Review Eagle Camp (Dusun Bambu), Lembang

Eagle Camp Dusun Bambu

Setelah sabar menunggu anak rada gedean dikit dan aman buat diajak camping, akhirnya Mei lalu kami sekeluarga berkesempatan untuk bercamping ria di Lembang, Bandung. Nama camping groundnya Eagle Camp, lokasinya di Dusun Bambu. Orang Bandung biasanya udah tau tempat ini, karena tempat ini sudah lama dibuka untuk umum. Kami mengajak dua keluarga lain untuk bergabung bersama kami. Awalnya gw memesan satu double tent dan satu single tent dua bulan sebelum hari H, siapa tau banyak yang berminat ikut karena gw memilih hari buruh yang kebetulan jatuh pada hari Jumat, jadi bisa sekalian long weekend di Bandung. Namun sampai minggu terakhir, beberapa keluarga batal ikut, yang akhirnya tersisa tiga keluarga.

Untuk memastikan pesanan, gw rutin mengecek pesanan ke resepsionis Dusun Bambu via telpon sampai seminggu sebelum hari H. Gak mau kan, udah jauh-jauh ke Bandung, ngajakin keluarga lain, trus ternyata tendanya udah full.

Kami berangkat dengan dua mobil, dengan meeting point di rest area KM 19. Berhubung mobil di rumah bensinnya boros banget, kami memutuskan untuk nebeng mobil keluarga Thomas & Bane. Kami berangkat dari rumah jam lima pagi, naik taksi ke rest area. Waktu itu jalanan sudah ramai. Sepertinya banyak yang mau menghabiskan long weekend di Bandung seperti kami. Kami sampai di rest area jam enam pagi dan langsung membeli burger dan kentang untuk bekal di perjalanan sembari menunggu mobil Thomas datang. Keluarga Thomas sampai lima belas menit kemudian, dan kami langsung melanjutkan perjalanan. Rencana awal menjadikan rest area KM 19 sebagai meeting point kami batalkan karena tol sudah terlalu ramai, dan kami memilih berkumpul setelah sampai di Bandung saja.

Sampai di Bandung, keluarga Faisal & Dini sudah menunggu kami di salah satu minimarket. Kami hanya berhenti sebentar disana untuk membeli cemilan dan minuman untuk di perjalanan, perjalanan masih lumayan jauh dan kalau kesiangan sedikit saja, jalan ke arah Lembang macetnya minta ampun.

Kami beruntung bisa sampai di gerbang Dusun Bambu pagi, sekitar jam 10, jadi antrian masuk ke areal dusun bambu masih belum terlalu ramai. Untuk masuk ke dalam area Dusun Bambu disediakan mobil wara wiri gratis, sedangkan mobil pengunjung harus diparkir di dekat gerbang masuk. Khusus untuk pengunjung yang menginap disana, mobil bisa dibawa masuk sampai ke areal camping, cukup menunjukan bukti reservasi camping/penginapannya.

antrian masuk dusun bambu di pagi hari

antrian masuk dusun bambu di pagi hari

mobil wara wiri

mobil wara wiri

Setelah check in di samping Pasar Khatulistiwa (food courtnya), kami langsung menuju tempat camping. Reservasi dibuat untuk double tent, awalnya gw pikir double tent itu adalah tenda yang super besar, dua kali lipat single tent. Ternyata double tent itu maksudnya double deck. Jadi ada dua buah single tent yang berada dalam satu area, dan memiliki satu pintu keluar yang sama dan masing-masing deck memilki kamar mandinya masing-masing. Uwooww….it’s waaaayy better than I expected hahaha. Berhubung tendanya ada dua, pembagiannya menjadi lebih mudah. Tenda satu untuk ibu-ibu, dan tenda kedua untuk para bapak, jadi kami yang berjilbab ini bisa bebas berkeliaran di dalam tenda hehehe.

panoramic photo of our double deck / double tent

panoramic photo of our double deck / double tent

toilet untuk setiap tenda

toilet dan shower air hangat untuk setiap tenda

Fasilitas default di tenda Eagle Camp ini mirip default di kamar hotel yang umumnya disediakan untuk dua tamu di tiap kamarnya, antara lain: dua bed beserta selimut dan sleeping bednya, dua handuk, welcome drink (beserta teh, gula, kopi, dll), peralatan mandi (sikat gigi, sabun, sampo, shower cap) dan dua voucher untuk sarapan. Kalau melihat ukuran tendanya, sebenarnya satu tenda bisa diisi sampai enam sampai delapan bed, tergantung penyusunannya. Kami menambah dua bed supaya semua bisa dapat sarapan sendiri-sendiri, satu bed di tenda bapak-ers dan satunya di tenda gw. Di dalam tenda terdapat pemanas air, combo box, telepon, dan colokan listrik. Bener-bener camping barbie hahahaha……Oh disini juga dapat koneksi Wifi yang lumayan kenceng lohh. GRATIS!!

fasilitas dalam tenda

fasilitas dalam tenda kami

fasilitas: telepon, combo box, colokan listrik, kettle pemanas

welcome drink

welcome drink

Tendanya sendiri didirikan di atas kayu-kayu, jadi no need to worry buat yang takut tidur langsung di atas tanah. Buat anak-anak juga cukup safe (selama tetap dalam pengawasan ya) buat dijadikan tempat mereka bermain dan explore. Anak gw Ino (2y6mo) dan Christo (sekitar 1y9mo)anaknya Bane sangat menikmati tempat ini. Sampai di area camping langsung berlarian kesana kemari, kaya ga ada capek-capeknya, mungkin karena mereka sudah sempat tidur selama perjalanan ke Bandung ya. Di samping tenda terdapat alat barbeque, area api unggun, meja dan kursi dari kayu.

43

dua bocah yang ga ada cape capenya lari sana sini

41 44

area duduk santai di samping tenda

area duduk santai di samping tenda

Setelah menaruh barang-barang, kami memanggil mobil wara wiri untuk menjemput kami di tenda. Untuk memanggil, kami cukup menelepon ke room service dan tidak lama kemudian, mobilnya pun datang. Kami turun ke area foodcourt, sedangkan suami gw dan Faisal melanjutkan sampai ke gerbang depan untuk ibadah sholat Jumat. Di dalam area dusbam (gw singkat aja yaa :p) hanya terdapat mushola, jadi untuk Jumatan pengunjung harus keluar dulu dari areal dusbam.

naik wara wiri

naik wara wiri

Kami makan siang di Pasar Khatulistiwa yang letaknya persis di samping resepsionis tempat kami check in sebelumnya. Untuk makan disini, pengunjung harus menukarkan uang dengan lembaran uang khusus milik Dusun Bambu. Uangnya semacam uang mainan untuk anak-anak yang bisa kita beli di abang-abang penjual mainan keliling. Kalau tidak salah ingat, uang bisa ditukarkan dalam kelipatan 2500 rupiah dan sisa uang yang tidak terpakai tidak bisa ditukar kembali. Jadi pastikan menghitung makanan yang akan dibeli kalau tidak mau rugi. Makanan yang dijual di foodcourt ini bervariasi, mulai dari cemilan macam kue cubit, kue ape, arumanis, es krim, gorengan sampai makanan berat macam soto, sate, nasi gudeng dan sebagainya. Overall rasanya biasa aja kalo menurut gw, dari segi harga sedikit lebih mahal dari harga pasaran. Wajar sih, karena tidak ada penjual makanan lain di area itu. Untuk yang mau beli oleh-oleh, di pasar khatulistiwa juga dijual bermacam barang yang lucu-lucu, tapi harganya gak lucu jadi gw ga beli hihihi.

pasar khatulistiwa

pasar khatulistiwa

?????????????

mata uang dusun bambu & nasi bakmoy yang gw pesan

?????????????

sentra oleh-oleh

Di dusbam ini banyak aktifitas outdoor yang disediakan. Ada area memanah, ATV, paintball, sewa sepeda, dan mini farm buat anak-anak. Kami sendiri tidak ada agenda bermain khusus disana, hanya ingin berleha-leha menikmati segarnya alam. Jadi gw dan anak gw lebih banyak bermain bebas disana, lari-lari di rumput lah, manjat ini itu lah, semaunya pokoknya.

areal bermain di depan pasar khatulistiwa

areal bermain di depan pasar khatulistiwa

Kami menghabiskan sepanjang sore berleha-leha di sekitar tenda sekalian mempersiapkan makan malam. Dusun bambu menyediakan paket barbeque, namun kami tidak memesan paket tersebut. Kami membawa bahan makanan untuk dipanggang dan disantap saat makan malam, seperti jagung dan sosis. Gw juga bawa beras beserta rice cookernya untuk membuat nasi, tapi berhubung rice cookernya dipakai buat ngangetin berbagai macam makanan lain, akhirnya malah ga jadi bikin nasi. Untuk memakai alat panggang kita tidak perlu pusing, tinggal telpon housekeeping, dan staff dusbam langsung datang untuk menyalakan sekaligus membantu memanggang. Yaiiyy…

staff dusbam yang membantu persiapan barbeque

staff dusbam yang membantu persiapan barbeque

48

petugas kipas kipas

28

petugas kupas kupas

99

petugas oles bumbu

Malamnya kami mendapat welcome snack yang seharusnya diantar ke tenda sebelum kami datang. Isinya macam-macam, ada kacang, buah-buahan, dan beberapa kripik. Lumayan lah buat teman menikmati api unggun sekaligus buat menambah ganjelan perut, karena berhubung makan malamnya ga pakai nasi jadi kurang kenyang rasanya.

56

late welcome snack

20150501_190138_LLS

menikmati api unggun

52

low light photo sebelum tidur

Bermalam di Eagle Camp cukup dingin, karena terletak di dataran tinggi sekaligus dikelilingi pohon rindang, apalagi malamnya juga sempat hujan walaupun sebentar. Untungnya sleeping bag dan selimut yang disediakan cukup bisa menghangatkan badan. Plus, gw juga bawa selimut extra buat jaga jaga kalau selimut yang disediakan tidak cukup hangat untuk anak gw. Untungnya dua bocah kecil yang ikut camping disini sudah cukup lelah bermain, jadi malamnya mereka ga rewel, dan nyenyak sampai pagi. Padahal areal camping di seberang bukit ramai dengan musik dangdutnya sepanjang malam, tapi Alhamdulillah kami bisa tidur enak.

tidur nyenyak sepanjang malam

tidur nyenyak sepanjang malam

Paginya kami berjalan-jalan mengitari areal dusbam menuju resto Burangrang, tempat sarapan disediakan untuk para pengunjung dusbam yang menginap disana. Tadinya kami mau meminta jemputan ke tenda, tapi akhirnya kami memilih berjalan kaki sambil berfoto di sepanjang jalan menuju resto. Di pagi hari, areal taman bunga, danau, lapangan dan semua area dusbam masih sepi sekali, jadi kami bebas berfoto disana sini. Udaranya juga sejuk sekali.

73 74 75 78

Sarapan di dusbam cukup bervariasi, dari segala soup, nasi goreng, salad, cereal, roti, dan sebagainya. Rasanya tidak terlalu wah, tapi cukup lah untuk mengisi perut kami yang lapar karena semalaman tidak makan nasi. Di resto Burangrang, kita bisa sarapan sambil menghadap danau yang menjadi icon Dusun Bambu. Sayang kemarin tidak sempat berfoto di spot mainstreamnya Dusun Bambu di pinggir danau itu hihihi. Oiya, selain dapat voucher sarapan, kami juga mendapat voucher naik perahu keliling danau, tapi tidak sempat kami pakai.

?????????????

voucher sarapan & naik sampan

79

sarapan dusun bambu

Full team dengan background danau yang jadi icon Dusun Bambu

Full team dengan background danau yang jadi icon Dusun Bambu

Sekian review (yang kebanyakan justru cerita) tentang Dusun Bambu, semoga membantu buat yang mau mengunjungi ^^.

Photos courtesy of Thomas Satrio (papanya christo).

Untuk info lebih detail tentang Dusun Bambu, cek aja langsung ke:

web: http://www.dusunbambu.com/
IG: dusunbambu