Review OWK Homestay Wonosobo

papan petunjuk OWK homestay di pinggir jalan

papan petunjuk OWK homestay di pinggir jalan

Lebaran kali ini karena satu dan lain hal, gw sekeluarga tidak menginap di rumah saudara saat mudik ke Wonosobo. Ini pertama kalinya buat gw. Biasanya kalau pulang ke Wonosobo gw tinggal pilih mau tidur di rumah mana. Rumah simbah, bude, bulik, semuanya terbuka untuk keluarga gw, tinggal pilih .

Tahun ini kami mencoba menginap di salah satu homestay di Wonosobo, namanya OWK Homestay. Letaknya tidak jauh dari alun-alun Wonosobo.

OWK Homestay ini memiliki dua rumah yang disewakan. Kami mendapat Homestay 2, dengan fasilitas tiga kamar tidur, ruang tamu, tv, kamar mandi dengan toilet jongkok yang juga dilengkapi dengan water heater, dapur lengkap dengan kompor, peralatan masak dan makan, serta terdapat mesin cuci. Dua kamarnya diisi masing-masing dua single bed, dan satu kamar diisi double bed. Hawa di Wonosobo sangat dingin baik siang maupun malam, sehingga tidak memerlukan AC.

20150721_070751

kamar twin bed

20150721_071028_LLS

kamar double bed

20150721_070924_LLS

kamar mandi & wc

20150721_070820

dapur

Kondisi rumah yang kami tempati masih baru dan cukup bersih. Info dari mas Harjo, pemilik homestay tersebut, rumah yang kami tempati memang baru tiga bulan dibuka sebagai homestay. Lumayaaan…nyobain homestay baru, belom banyak yang pakai. Saat kami menginap disana, karyawan homestay masih libur semua, jadi mas Harjo dan keluarganya sendiri yang menyambut dan menyiapkan segala sesuatunya untuk kami.

homestay tampak depan

homestay tampak depan

pemandangan dari teras homestay

pemandangan dari teras homestay

Rumah kami dikelilingi kebun dengan bermacam tanaman, entah tanaman apa saja, yang gw kenali hanya tanaman cabai dan kol. Di depan rumah terdapat gazebo dan kolam ikan. Ada juga warung kopi kecil dengan area duduk di bawah dan di rooftop. Karena karyawannya masih mudik, warung kopinya tutup selama kami disana. Untungnya di dalam homestay disediakan teh, kopi dan pemanas air, jadi kami tetap bisa bersantai di gazebo sambil minum kopi buatan sendiri di pagi hari. Dari tuan rumahnya pun kami mendapat cemilan pagi berupa tempe kemul dan geblek (cireng ala wonosobo). Lumayaan lah untuk nemenin kopi.

mau poto yang lagi ngopi cantik, apa daya modelnya ngikut terus

mau poto yang lagi ngopi cantik, apa daya modelnya ngikut terus

warung kopi (bawah) yang lagi tutup

warung kopi (bawah) yang lagi tutup

kasi cireng ke kucing

kasi cireng ke kucing

Tempe kemul & geblek (cireng)

Tempe kemul & geblek (cireng)

  Kalau ingin berwisata ke Dieng dan sekitar Wonosobo, atau mengejar sunrise di puncak Sikunir, homestay ini bisa jadi salah satu pilihan. Letaknya memang masih agak jauh dari wisata Dieng Plateu, karena lebih dekat dengan alun-alun Wonosobo. Namun untuk rombongan keluarga apalagi yang bawa anak kecil macam gw, homestay ini cukup pas, baik hawanya, kondisi, maupun lokasinya. Kalau mau kuliner khas Wonosobo, tinggal ngesot ke kota. Hawa dinginnya juga tidak terlalu menusuk buat anak-anak. Di area dekat wisata Dieng sebenarnya juga sudah banyak sekali homestay bergeletakan di pinggir jalan. Tapi kalo bermalam disana, dinginnyaaaa ga nguatin.

Thats all my review, hope it helps buat yang lagi cari-cari penginapan di area Wonosobo & Dieng ^^

Alamat OWK Homestay:

Permata Hijau Residence

Jl. Lurah Sudarto Km 01 Wonosobo

Telp (0286)3320078, 0812-266-1429

Kalau bingung, di Google maps juga udah ada.

Detail info lain bisa cek ke websitenya: http://www.owkhomestay.com/

Review Eagle Camp (Dusun Bambu), Lembang

Eagle Camp Dusun Bambu

Setelah sabar menunggu anak rada gedean dikit dan aman buat diajak camping, akhirnya Mei lalu kami sekeluarga berkesempatan untuk bercamping ria di Lembang, Bandung. Nama camping groundnya Eagle Camp, lokasinya di Dusun Bambu. Orang Bandung biasanya udah tau tempat ini, karena tempat ini sudah lama dibuka untuk umum. Kami mengajak dua keluarga lain untuk bergabung bersama kami. Awalnya gw memesan satu double tent dan satu single tent dua bulan sebelum hari H, siapa tau banyak yang berminat ikut karena gw memilih hari buruh yang kebetulan jatuh pada hari Jumat, jadi bisa sekalian long weekend di Bandung. Namun sampai minggu terakhir, beberapa keluarga batal ikut, yang akhirnya tersisa tiga keluarga.

Untuk memastikan pesanan, gw rutin mengecek pesanan ke resepsionis Dusun Bambu via telpon sampai seminggu sebelum hari H. Gak mau kan, udah jauh-jauh ke Bandung, ngajakin keluarga lain, trus ternyata tendanya udah full.

Kami berangkat dengan dua mobil, dengan meeting point di rest area KM 19. Berhubung mobil di rumah bensinnya boros banget, kami memutuskan untuk nebeng mobil keluarga Thomas & Bane. Kami berangkat dari rumah jam lima pagi, naik taksi ke rest area. Waktu itu jalanan sudah ramai. Sepertinya banyak yang mau menghabiskan long weekend di Bandung seperti kami. Kami sampai di rest area jam enam pagi dan langsung membeli burger dan kentang untuk bekal di perjalanan sembari menunggu mobil Thomas datang. Keluarga Thomas sampai lima belas menit kemudian, dan kami langsung melanjutkan perjalanan. Rencana awal menjadikan rest area KM 19 sebagai meeting point kami batalkan karena tol sudah terlalu ramai, dan kami memilih berkumpul setelah sampai di Bandung saja.

Sampai di Bandung, keluarga Faisal & Dini sudah menunggu kami di salah satu minimarket. Kami hanya berhenti sebentar disana untuk membeli cemilan dan minuman untuk di perjalanan, perjalanan masih lumayan jauh dan kalau kesiangan sedikit saja, jalan ke arah Lembang macetnya minta ampun.

Kami beruntung bisa sampai di gerbang Dusun Bambu pagi, sekitar jam 10, jadi antrian masuk ke areal dusun bambu masih belum terlalu ramai. Untuk masuk ke dalam area Dusun Bambu disediakan mobil wara wiri gratis, sedangkan mobil pengunjung harus diparkir di dekat gerbang masuk. Khusus untuk pengunjung yang menginap disana, mobil bisa dibawa masuk sampai ke areal camping, cukup menunjukan bukti reservasi camping/penginapannya.

antrian masuk dusun bambu di pagi hari

antrian masuk dusun bambu di pagi hari

mobil wara wiri

mobil wara wiri

Setelah check in di samping Pasar Khatulistiwa (food courtnya), kami langsung menuju tempat camping. Reservasi dibuat untuk double tent, awalnya gw pikir double tent itu adalah tenda yang super besar, dua kali lipat single tent. Ternyata double tent itu maksudnya double deck. Jadi ada dua buah single tent yang berada dalam satu area, dan memiliki satu pintu keluar yang sama dan masing-masing deck memilki kamar mandinya masing-masing. Uwooww….it’s waaaayy better than I expected hahaha. Berhubung tendanya ada dua, pembagiannya menjadi lebih mudah. Tenda satu untuk ibu-ibu, dan tenda kedua untuk para bapak, jadi kami yang berjilbab ini bisa bebas berkeliaran di dalam tenda hehehe.

panoramic photo of our double deck / double tent

panoramic photo of our double deck / double tent

toilet untuk setiap tenda

toilet dan shower air hangat untuk setiap tenda

Fasilitas default di tenda Eagle Camp ini mirip default di kamar hotel yang umumnya disediakan untuk dua tamu di tiap kamarnya, antara lain: dua bed beserta selimut dan sleeping bednya, dua handuk, welcome drink (beserta teh, gula, kopi, dll), peralatan mandi (sikat gigi, sabun, sampo, shower cap) dan dua voucher untuk sarapan. Kalau melihat ukuran tendanya, sebenarnya satu tenda bisa diisi sampai enam sampai delapan bed, tergantung penyusunannya. Kami menambah dua bed supaya semua bisa dapat sarapan sendiri-sendiri, satu bed di tenda bapak-ers dan satunya di tenda gw. Di dalam tenda terdapat pemanas air, combo box, telepon, dan colokan listrik. Bener-bener camping barbie hahahaha……Oh disini juga dapat koneksi Wifi yang lumayan kenceng lohh. GRATIS!!

fasilitas dalam tenda

fasilitas dalam tenda kami

fasilitas: telepon, combo box, colokan listrik, kettle pemanas

welcome drink

welcome drink

Tendanya sendiri didirikan di atas kayu-kayu, jadi no need to worry buat yang takut tidur langsung di atas tanah. Buat anak-anak juga cukup safe (selama tetap dalam pengawasan ya) buat dijadikan tempat mereka bermain dan explore. Anak gw Ino (2y6mo) dan Christo (sekitar 1y9mo)anaknya Bane sangat menikmati tempat ini. Sampai di area camping langsung berlarian kesana kemari, kaya ga ada capek-capeknya, mungkin karena mereka sudah sempat tidur selama perjalanan ke Bandung ya. Di samping tenda terdapat alat barbeque, area api unggun, meja dan kursi dari kayu.

43

dua bocah yang ga ada cape capenya lari sana sini

41 44

area duduk santai di samping tenda

area duduk santai di samping tenda

Setelah menaruh barang-barang, kami memanggil mobil wara wiri untuk menjemput kami di tenda. Untuk memanggil, kami cukup menelepon ke room service dan tidak lama kemudian, mobilnya pun datang. Kami turun ke area foodcourt, sedangkan suami gw dan Faisal melanjutkan sampai ke gerbang depan untuk ibadah sholat Jumat. Di dalam area dusbam (gw singkat aja yaa :p) hanya terdapat mushola, jadi untuk Jumatan pengunjung harus keluar dulu dari areal dusbam.

naik wara wiri

naik wara wiri

Kami makan siang di Pasar Khatulistiwa yang letaknya persis di samping resepsionis tempat kami check in sebelumnya. Untuk makan disini, pengunjung harus menukarkan uang dengan lembaran uang khusus milik Dusun Bambu. Uangnya semacam uang mainan untuk anak-anak yang bisa kita beli di abang-abang penjual mainan keliling. Kalau tidak salah ingat, uang bisa ditukarkan dalam kelipatan 2500 rupiah dan sisa uang yang tidak terpakai tidak bisa ditukar kembali. Jadi pastikan menghitung makanan yang akan dibeli kalau tidak mau rugi. Makanan yang dijual di foodcourt ini bervariasi, mulai dari cemilan macam kue cubit, kue ape, arumanis, es krim, gorengan sampai makanan berat macam soto, sate, nasi gudeng dan sebagainya. Overall rasanya biasa aja kalo menurut gw, dari segi harga sedikit lebih mahal dari harga pasaran. Wajar sih, karena tidak ada penjual makanan lain di area itu. Untuk yang mau beli oleh-oleh, di pasar khatulistiwa juga dijual bermacam barang yang lucu-lucu, tapi harganya gak lucu jadi gw ga beli hihihi.

pasar khatulistiwa

pasar khatulistiwa

?????????????

mata uang dusun bambu & nasi bakmoy yang gw pesan

?????????????

sentra oleh-oleh

Di dusbam ini banyak aktifitas outdoor yang disediakan. Ada area memanah, ATV, paintball, sewa sepeda, dan mini farm buat anak-anak. Kami sendiri tidak ada agenda bermain khusus disana, hanya ingin berleha-leha menikmati segarnya alam. Jadi gw dan anak gw lebih banyak bermain bebas disana, lari-lari di rumput lah, manjat ini itu lah, semaunya pokoknya.

areal bermain di depan pasar khatulistiwa

areal bermain di depan pasar khatulistiwa

Kami menghabiskan sepanjang sore berleha-leha di sekitar tenda sekalian mempersiapkan makan malam. Dusun bambu menyediakan paket barbeque, namun kami tidak memesan paket tersebut. Kami membawa bahan makanan untuk dipanggang dan disantap saat makan malam, seperti jagung dan sosis. Gw juga bawa beras beserta rice cookernya untuk membuat nasi, tapi berhubung rice cookernya dipakai buat ngangetin berbagai macam makanan lain, akhirnya malah ga jadi bikin nasi. Untuk memakai alat panggang kita tidak perlu pusing, tinggal telpon housekeeping, dan staff dusbam langsung datang untuk menyalakan sekaligus membantu memanggang. Yaiiyy…

staff dusbam yang membantu persiapan barbeque

staff dusbam yang membantu persiapan barbeque

48

petugas kipas kipas

28

petugas kupas kupas

99

petugas oles bumbu

Malamnya kami mendapat welcome snack yang seharusnya diantar ke tenda sebelum kami datang. Isinya macam-macam, ada kacang, buah-buahan, dan beberapa kripik. Lumayan lah buat teman menikmati api unggun sekaligus buat menambah ganjelan perut, karena berhubung makan malamnya ga pakai nasi jadi kurang kenyang rasanya.

56

late welcome snack

20150501_190138_LLS

menikmati api unggun

52

low light photo sebelum tidur

Bermalam di Eagle Camp cukup dingin, karena terletak di dataran tinggi sekaligus dikelilingi pohon rindang, apalagi malamnya juga sempat hujan walaupun sebentar. Untungnya sleeping bag dan selimut yang disediakan cukup bisa menghangatkan badan. Plus, gw juga bawa selimut extra buat jaga jaga kalau selimut yang disediakan tidak cukup hangat untuk anak gw. Untungnya dua bocah kecil yang ikut camping disini sudah cukup lelah bermain, jadi malamnya mereka ga rewel, dan nyenyak sampai pagi. Padahal areal camping di seberang bukit ramai dengan musik dangdutnya sepanjang malam, tapi Alhamdulillah kami bisa tidur enak.

tidur nyenyak sepanjang malam

tidur nyenyak sepanjang malam

Paginya kami berjalan-jalan mengitari areal dusbam menuju resto Burangrang, tempat sarapan disediakan untuk para pengunjung dusbam yang menginap disana. Tadinya kami mau meminta jemputan ke tenda, tapi akhirnya kami memilih berjalan kaki sambil berfoto di sepanjang jalan menuju resto. Di pagi hari, areal taman bunga, danau, lapangan dan semua area dusbam masih sepi sekali, jadi kami bebas berfoto disana sini. Udaranya juga sejuk sekali.

73 74 75 78

Sarapan di dusbam cukup bervariasi, dari segala soup, nasi goreng, salad, cereal, roti, dan sebagainya. Rasanya tidak terlalu wah, tapi cukup lah untuk mengisi perut kami yang lapar karena semalaman tidak makan nasi. Di resto Burangrang, kita bisa sarapan sambil menghadap danau yang menjadi icon Dusun Bambu. Sayang kemarin tidak sempat berfoto di spot mainstreamnya Dusun Bambu di pinggir danau itu hihihi. Oiya, selain dapat voucher sarapan, kami juga mendapat voucher naik perahu keliling danau, tapi tidak sempat kami pakai.

?????????????

voucher sarapan & naik sampan

79

sarapan dusun bambu

Full team dengan background danau yang jadi icon Dusun Bambu

Full team dengan background danau yang jadi icon Dusun Bambu

Sekian review (yang kebanyakan justru cerita) tentang Dusun Bambu, semoga membantu buat yang mau mengunjungi ^^.

Photos courtesy of Thomas Satrio (papanya christo).

Untuk info lebih detail tentang Dusun Bambu, cek aja langsung ke:

web: http://www.dusunbambu.com/
IG: dusunbambu

Review Artotel Jakarta Thamrin

November kemarin kami menjajal hotel Artotel yang eksentrik ini. Lokasinya persis di belakang Mall Sarinah Thamrin. Kalau lewat di belakang Sarinah dan lo nemuin bangunan ungu yang penuh grafitti, ya itulah Artotel. Hotel ini memang penuh dengan artwork dari seniman lokal, mulai dari tampilan depan hotel, lobby, sampai ke kamar. Lantai kedua hotel pun dikhususkan sebagai art gallery yang menampung berbagai macam karya seni dan bebas dikunjungi tamu hotel. Sayang waktu kesana gw ga sempet naik ke lantai dua, cari aman sih sebenernya. Karena gw juga takut kalo ada artwork yang bentuknya pecah belah, sedangkan anak gw lagi doyan banget ngebantingin macem-macem. Daripada daripada kaaann 

Kamar di hotel ini desainnya minimalis, tipikal hotel yang kami pilih, karena umumnya hotel-hotel minimalislah yang doyan promo hehe. Walaupun minimalis, fasilitasnya cukup lengkap, ada tv, wifi, reading lights, deposit box, dan hair dryer. Tiap kamar juga disediakan ipod docking dan Dolce Gusto Coffe Maker!! Sebenernya salah satu alasan pilih hotel ini sih karena pengen nyobain si Dolce ini hahaha…

Dolce Gusto Coffee Maker

Dolce Gusto Coffee Maker

Kelengkapan meja kamar

Kelengkapan meja kamar

Kalau menginap di hotel/hostel terutama yang minimalis, gw suka liat-liat model kamar mandi dan lemari bajunya buat inspirasi. Karena biasanya mereka pilih yang simple, dan space saver, jadi ga bikin kamar penuh, karena umumnya kamar hotel minimalis rada sempit. Nah di Artotel ini, pintu kamar mandinya multifungsi. Bisa jadi pintu kamar mandi sekaligus pintu lemari baju. Karena lemari bajunya persis nempel sama kamar mandinya.

Cermin sebagai pintu toilet

Cermin sebagai pintu toilet

Cermin sebagai pintu lemari

Cermin sebagai pintu lemari

Kloset

Kloset duduk

Shower di samping kloset

Shower di samping kloset

Setiap kamar di Artotel memiliki nuansa yang berbeda-beda, tergantung dari seniman yang mengerjakan dekorasinya.  Sebelum datang kesana, gw udah cek-cek ke websitenya untuk liat-liat dekorasi kamarnya. Gw pilih kamar yang didekor sama Wisnu Auri, soalnya menurut gw mural buatan dia yang paling mendingan buat orang macam gw, yang lain gw atuuuuttt  hehehe. Gw book kamar tipe studio 20 dari Agoda, pas ada promo (pastinya). Untungnya studio 20 yang didesain Wisnu Auri masih ada yang available waktu gw check in. Gw book kamar tanpa breakfast (biar tambah murah), jadi punten ga bisa share menu breakfastnya. Ya gapapa lah ya, toh lokasi udah disitu, besar kemungkinan kami milih breakfast di luar, wong ngesot dikit aja udah sampe jalan sabang..

Kamar Artotel by Wisnu Auri

Kamar Artotel by Wisnu Auri

OK3

Berhubung lokasinya di Thamrin, layaknya hotel di sekitarnya yang mostly diperuntukkan untuk business traveller, hotel ini memang ga ada fasilitas untuk keluarga atau anak-anak macam kolam renang, playground ato taman. Gw dateng kesana pas paginya ada car free day, jadi buat hiburan anak, gw ajakin aja anak gw jalan-jalan ke CFD thamrin, maenin aer mancur bundaran HI, jajan ini itu, naik delman, dan sebagenya. Gampang mah cari seseruan disitu 

OK4

Detail info mengenai Artotel bisa dilihat disini yaahh. Have a pleasant visit 

AR+OTEL  Jakarta – Thamrin
Jalan Sunda 3 Jakpus
Tel. (021) 3192 5888

Review Dafam Hotel Cilacap

Beberapa minggu lalu, gw dapat dua undangan pernikahan yang diadakan di Cilacap, satu dari sepupu gw, satunya lagi dari tetangga masa kecil. Sudah hampir sepuluh tahun gw pergi dari Cilacap, kota kelahiran gw. Rasanya kangen juga, sekaligus berasa aneh saat harus cari-cari penginapan di kota kelahiran sendiri hehe. Maklum keluarga gw di Cilacap udah tinggal sepupu gw itu, dan tidak mungkin gw menumpang di rumahnya karena rumah mereka sendiri sudah dirombak jadi panggung manten. Bisa riweuh nanti kalo menginap disana.

Setelah pilah pilih via Agoda, yang ternyata emang tidak banyak pilihan yang oke di kota itu, akhirnya kami memilih untuk menginap di Dafam Hotel. Waktu gw tinggal di Cilacap dulu, hotel ini belum ada. Waktu itu di lokasi yang sama masih berdiri Grand Hotel, namun sekarang sudah diambil alih, direnovasi dan berganti nama menjadi Dafam Hotel.

taken from : Agoda

taken from : Agoda

Lokasi Dafam cukup dekat dari stasiun kereta Cilacap. Jadi kalau turun di stasiun Cilacap, bisa naik becak yang mangkal disana, banyak kok. Bayar sekitar sepuluh ribu, atau kalo mau ngirit dikit ya tawar aja sampe lima ribu. Bisa dapet kok, kalo beruntung hahaha. Lokasi ke Pantai Teluk Penyu juga dekat sekali. Karena persis di depan hotelnya adalah jalan menuju pantai. Naek becak juga bisa. Mungkin sekitar sepuluh ribuan. Perkiraan loh yaa..gw sendiri waktu itu ke pantai nebeng kakak gw yang bawa mobil ke Cilacap, jadi ga tau tarif becak menuju pantai.

Hotel ini hanya terdiri dari dua lantai, lantai dasar dan lantai atas. Jadi tidak ada lift. Kalau berencana menginap di hotel ini dan bawaannya banyak, better minta kamar di lantai bawah. Dan kalo memang mau pakai fasilitas kolam renang, jangan lupa minta kamar di lantai dasar yang dekat dengan kolam renang, karena ruang bilas di kolam renang hotel ini rada vulgar, jadi mendingan bilas di kamar masing-masing.

Waktu booking hotel, gw ga tau kalo hotelnya ga punya lift. Padahal bawaan gw segambreng, karena bawa outfit kondangan lengkap, make up plus perlengkapan si kecil. Waktu itu gw book dua kamar, dan sayangnya kamar di lantai dasar tinggal satu yang kosong. Jadilah gw dapet kamar di lantai atas *hyaaaaa*. Emak gw menempati kamar di lantai dasar, kebetulan dapat kamar persis di depan kolam renang *yaaiiyy bisa numpang bersih bersihhh*.

Kondisi kamar di Hotel Dafam terkesan agak tua. Sepertinya renovasi dari Grand Hotel tidak terlalu membuang banyak furniture. Jadi interiornya tidak berasa seperti hotel baru. Dan, gw compare dengan foto-fotonya di Agoda pun lumayan berbeda dengan aslinya. Fasilitas kamarnya lengkap, standar bintang tiga. Ada wifi, tivi, meja, shower, toilet duduk, dan AC pastinya. Kamar emak gw, ukurannya jauh lebih luas, namun fasilitasnya sama.

kamar gw

kamar gw kalo dari depan pintu kamar

kamar gw kalo dari jendela

kamar gw kalo dari jendela

Kami sempat mencoba kolam renangnya. Maklum bawa anak kecil, kalo liat kolam renang gede dikit anak gw langsung pengen terjun  jadi kalo nginep di tempat yang ada kolamnya gw selalu prepare baju renang, minimal buat anak gw. Kolam renangnya bersih, dan rajin dibersihkan pula. Dua malem gw nginep disana, tengah malem selalu ada suara gemericik air dari arah kolam. Gw pikir ada yang berenang tengah malem, ternyata suaranya penjaga kolam yang lagi bersihin kolam renang. Sorenya pun ada yang bersihin kolamnya lagi. Asli rajin 

Kolam renang Dafam. Di belakang ada penjaga yang lagi bersihin kolamnya.

Kolam renang Dafam. Di belakang ada penjaga yang lagi bersihin pinggiran kolamnya.

Menu sarapan yang disediakan di Dafam cukup beragam, ada sup-supan, bubur-buburan, sereal, roti, mini cake, egg corner, nasi goreng, nasi putih dan lauk pauk. Oiya kalau suka bermain bilyard, di lantai dasar juga ada meja bilyar yang bisa dimainkan secara gratis.

Tarif yang gw dapat waktu itu berkisar tiga ratus ribuan. Jadi dua kamar per harinya tidak sampai tujuh ratus ribu. Untuk kamar gw yang kecil agak kemahalan sih, tapi kalo ngukurnya pake kamar Emak gw yang luas ya itungannya murah hehehe.

Buat short visit di Cilacap sebenernya hotel ini cukup nyaman, hanya saja AC di kamar gw dan Emak gw tidak terlalu dingin untuk ukuran Kota Cilacap yang puanass .Minus point yang rada ngeganggu adalah lobbynya yang jadi smoking room di malam hari. Yes, waktu menginap disana (entah mungkin karena malam minggu) ada live musik di lobby yang dibawakan penyanyi berbaju sexy, dan semua yang di lobby diperbolehkan merokok. Entah mulai dari jam berapa. Jadi waktu gw dan keluarga mau keluar cari makan malam, kami harus melewati kumpulan asap rokok yang berasal dari lobby dan area bilyard. Not really a family-with-young-children friendly hotel sih menurut gw. Mungkin memang target hotel ini bukan untuk family holiday, karena saat saya disana pun tidak banyak keluarga yang menginap. Mayoritas pengunjungnya adalah bapak-bapak karyawan yang sedang berdinas di Cilacap. Jadi yaa hiburannya disesuaikan dengan tipe pengunjung terbanyak.

So..thats all my review. Semoga membantu untuk cari-cari referensi ya. Detail tentang Dafam Hotel bisa dilhat disini.

Hotel Dafam Cilacap
Jl. Dr. Wahidin 5-15 Cilacap 53212
Central Java – Indonesia
Tel. +62 282 5200 97
Fax. +62 282 5200 98
E-mail : info@dafamcilacap.com

Review Fivestones Hostel Singapore

Gw dan suami menginap di hotel ini jauh sebelum anak kami lahir. Tepatnya waktu gw hamil satu bulan (dan waktu itu gw belom ngeh kalo udah hamidun). Udah rada basi sih reviewnya. Ya lumayan lah ya, buat jadi referensi yang lagi cari-cari hostel buat backpack. Kalo ternyata kondisinya udah jauh beda, let me know 

Hostel ini gw pesan melalui hostelworld. Nama Fivestones ini diambil dari permainan khas anak-anak Singapura. Waktu itu mutusin milih hotel ini karena foto kamarnya colourful, trus bersih, trus harganya masi masuk budget (sorry, gw lupa waktu itu dapet harga berapa hehe). Plus bacain review dari beberapa pengunjung, kok kayanya lokasinya strategis. Jadilah kami memilih hostel ini untuk short visit kami di Singapura.

Fivestones tampak depan (waktu masih di South Bridge Rd)

Fivestones tampak depan (waktu masih di South Bridge Rd)

Waktu itu kami berangkat dari Jakarta pagi-pagi, jadi sampai di Fivestones kami belum bisa check in, tapi kami bisa titip tas bawaan kami sampai waktunya check in nanti. Sambil menunggu waktu check in tiba, kami berdua jalan-jalan mencari tempat makan. Lokasi hostel ini waktu itu memang cukup strategis untuk turis yang doyan jalan kaki dan naik bus. Karena persis di teras hostelnya adalah halte bus yang bisa langsung ke vivocity. Gausah pake transit dan pindah jurusan. Ngesot kesonoan dikit udah sampe Clarke Quay. Mo ke chinatown, Hong Lim Park, Orchard, udah deket banget. Waktu itu lokasi hotel masih di South Bridge Rd. Sekarang gw liat di webnya alamatnya udah pindah ke 285 Beach Road, which is lumayan jauh dari lokasi hostel sebelumnya. Tapi kalo liat fasilitas dan bentuk kamarnya, mereka masih pakai konsep yang sama.

Kamar kami (sorry rada blur)

Kamar kami (sorry rada blur)

atas: kasur gw, bawah: kasur suami

atas: kasur gw, bawah: kasur suami

Kamar di Fivestones dilengkapi bunk bed dan jumlahnya variatif. Ada yang isi delapan kasur, enam kasur sampai empat belas kasur. Ada juga type Family room yang cocok buat pengunjung yang ogah berbagi kamar bareng orang asing. Ada juga kamar khusus wanita. Kasurnya empuk, nyaman dan bersih. Tiap kasur dikasi bantal khas Fivestones. Tiap kasur juga punya loker sendiri-sendiri yang terletak di samping kasur masing-masing. Jadi walopun kamarnya share sama pengunjung lain, barang-barang tetap aman karena tiap loker bisa dikunci. Di masing-masing kasur disediakan lampu baca dan colokan listrik. Jadi ga perlu rebutan colokan buat charging ini itu. Waktu itu kami memilih kamar yang berisi empat bunk bed (delapan orang).

Meja makan

Meja makan

Ruang tivi. DVD Friendsnya kumpliiittt

Ruang tivi. DVD Friendsnya kumpliiittt

Ruang bebas (makan, internet, tivi)

Public Area (makan, internet, tivi)

Ruang makan di Fivestones digabung dengan ruang tivi dan tempat internet. Setiap pengunjung bebas memakai tivi dan internet, gratissss. Tapi PCnya waktu itu Cuma ada dua, lengkap dengan headset dan webcamnya masing-masing. Jadi kalo penuh ya kudu gantian. Ruang tivinya dilengkapi koleksi DVD yang cukup banyak dan sofa besar yang nyaman banget. Dan yang paling oke, koleksi DVD Friendsnya kumplitttt, all seasons!!! Aaaakk…kalo aja ga ada plan kemana-mana, gw pasti nonton Friends marathon disana 

Pantry yang bersih

Pantry yang bersih

Kelengkapan pantry

Kelengkapan pantry

Ruang makannya kecil, tapi kumplit alatnya. Ada toaster, microwave, termos pemanas air, dan kulkas softdrink. Hostelnya menyediakan roti tawar, selai, keju, corn flakes, chocolate crunch, kopi, teh dan susu. Standar lah ya untuk ukuran budget hostel. Kalo mo menu yang agak mewah ya bawa aja sendiri, trus tinggal diangetin pake microwave 

WC dan kamar mandi di Fivestones ada di luar kamar dan dipakai bersama-sama. Cukup bersih, sabun dan sampo kecil juga disediakan disana, in case kita ga bawa. Plus ada hairdryernya juga. Cumaaa…seperti hostel dengan kamar mandi umum lainnya, kalo lo bangun kesiangan, kamar mandinya dijamin udah sisa pengunjung lain. And you know lah, tiap orang punya level kebersihan yang berbeda. Kalo gw, prefer bangun pagi dan mandi duluan, pas kamar mandi baru dibersihkan 

Overall, menginap di hostel ini cukup menyenangkan. Apalagi waktu itu masih berdua suami. Masi penganten baru. Apa-apa masih belom komplen hahahah. Staff di Fivestones orangnya santai dan ramah. Perlu diingat, kalau memilih hostel yang sharing room, kudu prepare mental. Kalo kira-kira kaga bisa tidur sekamar sama orang asing ya jangan pilih yang sharing room  Pengalaman gw, waktu itu, salah satu pengunjung wanita dari Korea ga bisa tidur kalo lampunya nyala. Untungnya yang nginep di kamar itu semuanya fine fine aja tidur dalam gelap. Ada lagi satu pengunjung pria India yang kebetulan kasurnya sebelahan sama suami gw di bawah (gw di kasur atas), pulangnya malem banget dan langsung tidur ngorok sampe pagi. Beruntung gw dan suami dikaruniai sleeping skill yang ga pake ribet. Kalo udah ngantuk ya tinggal merem. Mo terang mo gelap, mo berisik mo sepi hayuk ajahh

PS: kondisi dan lokasi hotel kemungkinan besar sudah berbeda dari yang gw tulis. jadi yang mau book hostelnya better ceki ceki dulu kesini: http://www.fivestoneshostel.com/

Oia..kalo mau ikutan nampang di public area Fivestones, jangan lupa minta dipoto pas check out. Gratiss 

Mengurus Visa Korea Selatan

Jadi ceritanya, waktu persiapan nikahan, gw dan suami sepakat buat backpack pas honeymoon nanti. Tadinya pengeeen banget ke Jepang, tapi apa daya, isu radiasi nuklir pasca gempa dan tsunami masih gencar banget waktu itu. Daripada daripada kan ya, jadilah kita milih negara tetangga, which is South Korea 

Kenapa jadinya Korea?sebenernya bukan Cuma gara-gara efek radiasi, tapi karena kami dapet tiket murah di Air Asia BIG SALEEE  #gakNgiklan. Ga sia-sia mantengin webnya AA, sampe berkali-kali masuk waiting room. Akhirnya dapet juga tiket PP yang lumayan terjangkau, pas 7 bulan sebelum tanggal pernikahan kami 

Urusan visa baru kami mulai sekitar sebulan sebelum keberangkatan. Mepet memang, soalnya kudu nunggu rekening kami menggendut dulu hehehe. Persiapan dokumen yang digunakan untuk pengajuan visa waktu itu antara lain:

1. Foto 4×6 2 lembar (latar putih)

2. Paspor asli & fotokopi (bagian identitas & cap visa)

3. Fotokopi KK (buat jaga-jaga, bawa yang asli waktu apply)

4. Fotokopi Akte

5. Printout Reservasi Tiket

6. Printout konfirmasi penginapan

7. Formulir yang sudah diisi

8. Surat Sponsor bahasa inggris pake cap kantor

9. fotokopi rekening koran 3 bulan terakhir atau buku tabungan (bisa minta ke CS buat ngeprint rekening Koran, soalnya di internet banking biasanya maksimum Cuma bisa ngeprint transaksi 1 bulan kebelakang)

10. fotokopi KTP

11. Fotokopi lampiran SPPT terakhir (ini nyusul terakhiran)

12. Duit Rp 270.000,-/visa (harga 2011)

Setelah semua dokumen lengkap, gw dan suami (waktu itu masi calsum ya) datang ke kantor kedutaan Korea di The Plaza di Thamrin. Pas ngajuin, ternyata dokumen kita kurang SPPT. Iya, ternyata ada peraturan baru waktu itu. Untuk pengajuan visa kudu ada fotokopi lampiran laporan SPPT terakhir kita. Jadilah gw dan calsum batal mengajukan visa hari itu, dan akhirnya balik ke kantor masing-masing buat minta lampiran SPPT terakhir. Besoknya baru kita mengajukan visa ulang. Dan setelah berkas diterima, kami dapat tanda terima berkas yang nantinya dipakai untuk mengambil visa (kalo dapet ya) minggu depan.

Bikin visa itu rasanya gambling banget. Kalo kaga dapet, duit tiket kita angus semua huhuhuhu. Seminggu kemudian gw telepon ke kantor kedutaan untuk check status visa kami. Dan ternyata visa kami diapprove!! Yaaiiiyy….Senaaaaaangg 

 

Visa Korea

Visa Korea

Intinya, ngurus visa Korea sendiri ga repot-repot amat kok. Terutama buat yang tinggal di Jakarta yah  Kedutaannya gampang ditemukan juga. Asal dokumen siap semua, insya Allah mulus nan lancar. Selamat mencoba 

 

Stargazing Meteor Shower

Can we pretend that airplanes
In the night sky are like shooting stars?
I could really use a wish right now
Wish right now, wish right now

~ Airplanes – B.O.B feat Hayley ~

Ada yang jaman kecil dulu sering make a wish kalo liat bintang jatuh? Gw sering dan gw yakin banget kalo gw ga sendirian (ngaku lo! hahaha). Ga ngerti siapa yang pertama mencetuskan cerita tentang doa yang bisa terkabul saat ada bintang jatuh, yang jelas cerita ini bener-bener sukses merajalela di jaman gw kecil. Sampe sekarang juga kalo ada bintang jatuh mungkin gw bisa otomatis memejamkan mata trus make a wish, walopun gw jelas tau kalo cerita soal doa dan bintang itu cuma mitos (no offense buat yang masih percaya yak ). Yang jelas, ga dulu ga sekarang gw selalu suka fenomena alam yang satu ini, dari awal liat gw udah jatuh cinta 

Kalo dulu jaman kecil sering nungguin yang namanya bintang jatuh yang ga jelas kapan datengnya dari halaman rumah, sekarang gw lebih suka nungguin jadwal hujan meteor yang hampir setiap bulan selalu ada. ‘Bintang jatuh’nya lebih buanyaak Ya walopun ga semua hujan meteor bisa dilihat dari belahan bumi sini yak Kalo gw ga salah inget, hujan meteor pertama yang gw lihat itu sekitar lima tahun yang lalu, bulan Agustus di puncak Gunung Sindoro. Perseids kemungkinan, pas bulan Agustus soalnya (maksa ).

Malam itu gw keluar dari tenda sekitar jam setengah empat pagi dan gw lihat langitnya penuh bintang. Belum pernah gw liat langit sepenuh itu. Tahun 2001 waktu gw naek Gn. Slamet gw pernah lihat yang semacam itu. Langit super cerah dan penuh bintang. Tapi yang di Sindoro waktu itu jauh lebih penuh. Dan untuk pertama kalinya gw lihat bintang jatuh bertubi-tubi sepanjang malam. Perhaps that is the most memorable meteor shower for me (so far) 

Dan sejak itulah gw mulai mengenal yang namanya hujan meteor beserta jadwalnya. Dan sejak itu pula gw selalu nungguin rombongan ‘bintang jatuh’ ini lewat di langit tempat gw berada 

Anyway…

Kalo ada yang suka nontonin hujan meteor di langit juga, ato ada yang nungguin bintang jatuh buat minta doa, mungkin perlu mantengin langit nanti malem buat nontonin hujan meteor Draconids yang datang dari langit utara. Salah satu fenomena hujan meteor yang terjadi di tahun ini dan termasuk yang terbesar. Kemungkinan ada ratusan hingga ribuan meteor per jam pas puncaknya, jadi disebut juga badai meteor Setaon gw nungguin, dan berkali-kali gw bikin rencana buat naek gunung di bulan ini buat memastikan gw bisa nonton dari tempat yang tepat. Sayang, taon ini gw susah banget dapet waktu buat naek-naek ke tempat tinggi huhuhu….

Buat liat begituan ga mesti di gunung sih  Cuma butuh langit yang cerah, tempat tinggi dan ga terganggu cahaya lampu perkotaan. Puncak gunung jelas perfect. Tapi kalo ga mau, banyak juga kok tempat selaen gunung yang bisa dijadiin spot buat mantengin langit Yang gw inget, kalo di Jogja dulu gw sempet janjian ama temen gw buat nontonin hujan meteor di tempat yang namanya bukit bintang. Semacam cemeti (reruntuhan benteng di tamansari) katanya sih, yang bisa liat seluruh jogja dari tempat yang tinggi. Sounds perfect for stargazing Sayangnya sampe sekarang belom pernah kesampean. Lha yang ngajakin dan tau tempatnya udah keburu kabur dari jogja 

Mudah-mudahan nanti malam langit ga mendung, dan gw bisa lihat dari sini. Rada pesimis sih kalo liat bulan yang semakin lama semakin mendekati purnama. Belom lagi pendapat para expert yang bilang belom tentu bisa dilihat dari Indonesia. Tapi ya…siapa tau kan. Namanya juga usaha  ada yang mau nonton bareng? hayuk yuk yuuuukk 

Happy stargazing everyone ^^

My TEDx Experience

Weekend lalu gw dapat kesempatan untuk menghadiri salah satu event TEDx Jakarta di Jakarta International School (JIS), Cilandak. Setelah sempat masuk ke dalam waiting list selama beberapa hari, akhirnya gw dapet invitation. Dan untungnya lagi, partner gw juga dapet invitationnya, jadi gw ada temen buat kesononya, uhuuii . Belom lagi acara ini ga dipungut biaya apapun. Cukup daftar di site TEDx sebelom acara, dan tunggu konfirmasi dari tim TEDx. Gratis….malah dapet goodie bag sama makan pas acaranya .

Buat gw ini pengalaman pertama gw ikutan acara TEDx. Sebelomnya gw pernah berencana datang waktu diadakan di @america Pacific Place, tapi sayangnya gw berhalangan datang. Buat yang belum tau, TED ini singkatan dari Technology, Entertainment and Design. Sebuah organisasi non profit yang secara kontinu menghadirkan tokoh-tokoh yang expert dalam bidangnya untuk mempresentasikan ide, karya atau pengalamannya yg inspiratif dalam sebuah conference. Sedangkan TEDx (pakai ‘x’) sendiri merupakan organisasi yang menyelenggarakan acara serupa secara independen.

Acara TEDx sendiri di Jakarta sudah beberapa kali digelar, dan event TEDx di JIS kemarin adalah event TEDx Jakarta yang ke-7 (kalo gw ga salah yah ) dan so far merupakan yang terbesar, mencapai sekitar 700 peserta. Tema yang diusung kali ini adalah ‘Journey to Return’. Dimana acaranya berlangsung mulai dari jam 10 pagi sampai jam 6 sore, yang dibagi dalam 3 sesi. Lama???Yep…berhubung gw baru pertama kali datang, gw ragu bakal betah selama itu ada di dalam ruangan. Tapi ternyata gw salah. Gw benar-benar menikmati setiap menitnya .

Konsep acaranya, masing-masing pembicara diberi waktu sekitar 18 menit untuk mempresentasikan ide-idenya tanpa disertai sesi tanya jawab. Cara mereka berbicara dan slide-slide yang ditampilkan sangat menarik, ringkas dan padat informasi. Jadi sama sekali ga ngebosenin . Maklum, masing-masing pembicara ini juga melalui proses seleksi yang lumayan ketat sebelum mereka tampil dalam acara ini. Selain live speaker, ditampilkan pula video dari speaker yang tampil di acara TED sebelumnya di luar negeri sono.

Tema Journey to Return kali ini menghadirkan beberapa pembicara yang masih asing buat gw, yang gw kenal baru Didik Nini Thowok (penari cross gender) dan Jubing Kristianto (gitaris akustik). Well…who doesn’t eh? Sisanya?Gw baru kenal di acara kemarin. Ada Siti Musdah Mulia aktivis dari Indonesian Conference on Religion for Peace yang menceritakan pengalamannya berkumpul dengan orang-orang yang berbeda agama dari seluruh dunia dan bagaimana mereka saling bertukar pikiran mengenai ajaran agama masing-masing. Ada lagi Ewa Wojkowska, founder dari Kopernik.info, online market yang menghubungkan antara pengembang teknologi, penyumbang dana dan masyarakat kecil yang membutuhkan teknologi yang simple untuk membantu kehidupan mereka sehari-hari namun tidak mampu membelinya.

Di session ketiga, salah satunya ada Zaini Alif, peneliti permainan tradisional Indonesia dan permainan tradisional dari negara-negara lain. Apa sih menariknya permainan tradisional?Well….tahukah kalian kalau sebenarnya permainan semacam Congklak ato Dakon ato Bantumi (kalo yang pernah punya hape Nokia jadul ) itu sebenarnya mengajarkan bagaimana seharusnya kita berhemat dalam menggunakan uang kita sehari-hari dan menyimpan sisanya dalam tabungan (lingkaran besar di ujung papan). Apa yang kita simpan di hari ini akan mempengaruhi jumlah yang bisa kita pakai di hari-hari selanjutnya. Permainan ini juga mengajarkan kita untuk mau menolong sesama, dengan memberikan sebagian milik kita. Menarik yah, padahal gw dulu maen mah maen ajah, pokoknya gw musti menang hahahah  Dan ternyata permainan tradisional kita juga ada di negara lain loh, walaupun mungkin memiliki variasi aturan dan bentuk yang berbeda. Masih ada lagi ratusan permainan yang kita miliki di Indonesia yang masing-masing memiliki filosofi tersendiri. Zaini yang juga merupakan founder dari komunitas HONG di Bandung mencoba melestarikan permainan-permainan ini di tengah maraknya permainan yang menggunakan teknologi canggih.

Pembicara yang hadir di acara ini, dari ki-ka: Arif Abdillah (TEDx YOU), Dhira Narayana (TEDx YOU), Muljadi Pinneng, Ridwan Djamaluddin, Derek Sivers, Jubing Kristianto, Zaini Alif, Muhammad Noer (TEDx YOU), John Hardy. Duduk: Pak Raden. Minus: Siti Musdah Mulia & Eva Wojkowska.

Masih banyak lagi pembicara-pembicara menarik lainnya di acara ini, ada Muljadi Pinneng yang mengajak peserta menyelami dunia bawah laut dengan karya-karya underwater photografinya, Derek Sivers yang memaparkan poin-poin dalam kehidupan sehari-hari yang inspiratif , Ridwan Djamaludin yang mengajak kita untuk lebih cerdas dalam menghadapi bencana, John Hardy yang menceritakan mengenai Green Projectnya dimana salah satunya dengan membangun Green School, sekolah besar yang semua bangunannya dibuat dari bahan bambu, berlokasi di daerah Bali, Jubing Kristianto yang bercerita mengenai bagaimana awalnya dia terinspirasi untuk belajar memainkan gitar akustik sampai akhirnya sukses menjadi seorang musisi terkenal dan Didik Nini Thowok yang bercerita tentang diskriminasi yang banyak ia hadapi dari berbagai pihak selama menekuni tarian cross gender.

Dalam acara ini juga diperkenalkan pembicara TEDx YOU yang masing-masing memaparkan mengenai ide-ide dan project yang sedang mereka lakukan. Para pembicara muda ini merupakan hasil seleksi dari tim TED jauh sebelum acara ini berlangsung.

Pak Raden ngedongeng diiringi petikan gitar Jubing

Acara ditutup dengan hadirnya Pak Raden (iyaaa…pak Raden yang di Si Unyil dulu ituuu ) yang membawakan cerita mengenai seorang raja yang kaya raya tetapi tidak pernah merasakan kebahagiaan sampai akhirnya ia mengerti bahwa kebahagiaan bisa tercapai dengan berbagi dengan sesama. Pak Raden mendongeng sekaligus menggambar tokoh-tokohnya dalam papan tulis, dan berulang kali menghapus dan menggambar ulang setiap ada perubahan gerak sang tokoh atau scene cerita. Sampai waktunya habis, semua peserta meminta Pak Raden untuk terus melanjutkan ceritanya sampai selesai. Walaupun dibawakan dengan tertatih-tatih, tapi gw salut dengan semangat Pak Raden dalam membawakan ceritanya. Sebuah cerita sederhana yang mampu membawa kami semua merasa kembali ke masa lalu.

Hari itu bener-bener priceless experience buat gw. Ga nyesel datang dan menghabiskan waktu duduk seharian disana buat ngeliat bagaimana orang-orang ini sudah memulai sesuatu untuk mengubah dunia menjadi tempat yang lebih baik, dimulai dari sesuatu yang kecil sampai menjadi sesuatu yang besar.

Thanks to TEDx team for inviting me to the event, and for presenting Pak Raden onstage. Really brings the memory of my childhood days ^^. And also for my partner, thank you for taking me there. It’s an awesome date .

Ps: beberapa video menarik yang ditampilkan di acara kemarin

Indonesia Mengajar by Edward Suhadi:

http://edwardsuhadi.com/blog/2011/08/14/indonesia-mengajar-highlights-video-for-tedxjakarta/

The Hidden Power of Smilling by Ron Gutman:

http://www.youtube.com/watch?v=U9cGdRNMdQQ&playnext=1&list=PL0B3DF3B3F6FA2FF4

Sorry nih kalo poto gw blur, gw kaga banyak poto-poto kemaren, jadi poto acaranya kaga banyak . Kalo mo liat poto-poto lengkapnya bisa dilihat di account flickrnya Viking Karwur ^^

Ngabuburit @La Finestra

Weekend ini iseng pengen nyobain buka puasa di La Finestra Ristorante Pizza & Pasta. Penasaran gw, gara-gara beberapa kali lewat tempatnya kayanya menarik . Sebelom kesana gw ama partner gw googling liat-liat menu ama reviewnya. Beberapa bilang tempatnya cozy, harganya MURAH dan dari gambar-gambar makanannya sepertinya menggiurkan xixixi…. Langsung lah kite cabut kesono pas menjelang buka puasa. Hari minggu sore ga terlalu rame disana. Waktu kami datang, baru ada dua meja yang keisi.

Menunya utama disini ada dua macem, Pizza dan Pasta. Jadi tinggal pilih, mo Pizza ato Pasta?Sisanya tinggal milih variasinya. Untuk Pizza ada Pepperoni, Meatlover, Margarita dll (gw ga terlalu merhatiin semuanya ). Sedangkan untuk Pasta ada saus Carbonara, Bolognaise, Vongole dan masih banyak lagi. Selain itu masih ada menu side dish dan dessertnya semacam Mushroom Soup, Garlic Bread, Pizza Stick Ice Cream yang range harganya (kalo gw ga salah liat) sekitar 15 – 25 ribuan.

Waktu gw datang kesana kemarin, kebetulan pas ada paket berbuka puasa. Lumayan..Cuma bayar 15ribu bisa dapet 1 Pasta/Pizza, 1 side dish, 1 kolak ama the tawar hohoho. Gw pesan paket Fetuccini Carbonara ama Garlic Bread. Partner gw pesen Pizza Meatlover ama soup something ( lupa gw ).  Fetuccininya ennaaaaakkk cuy….banyak pula. Seporsi aja udah bikin kenyang. Padahal sebagian udah pake pindah ke piring partner gw 

Beberapa penampakannya:

Free Kolak

Fettucini Carbonara

Wafel French Fries

Meatlover Pizza

Garlic Bread. Yep, cuma dapet dua, tapi paketan ama fettuccini kenyang kok 😀

Overall menunya enak, not bad buat harga segitu lah 

Buat yang mau datang kesini, alamatnya ada di:

Jl. Tanjung Karang no. 5

Kalo dari bundaran HI, masuk ke jalan blora, ambil jalan putar balik ke arah bundaran HI. Lokasinya ada di deket American Grill ama Kino Taki Resto.

Selamat mencoba ^^

Taping Kick Andy @ Metrotv (Finally) ^^

Waduh ini blog sedikit terlantar yaa sekarang. Padahal dulu niatnya minimal sebulan sekali ngisi blog yang ini, tapi ujung-ujungnya tetep aja ada bulan yang sepi posting hahahah…yaa yang penting udah ada niat la yaa 

Anyway…gw mau cerita kunjungan gw ke acara Kick Andy beberapa minggu lalu, acara favorit gw sepanjang masa ^^. Akhirnya yaaa setelah mengirim request invitation secara brutal via email, facebook, website Kick Andy ama twitter, dapet juga gw undangan buat ikutan Taping Kick Andy gratis dari MetroTv. Ga tanggung-tanggung, dengan satu undangan itu gw bisa ajak sembilan teman gw yang lain dong…banyak yak  Sayangnya malam itu gw akhirnya cuma berhasil ngebawa 3 orang temen gw, karena peserta yang lain mundur satu per satu di hari H, hukss.. Tapi tak apa lah…toh kalopun akhirnya sendiri juga gw tetep bakal berangkat hahahah….NIAT dooongg, secara gw nunggunya udah lama 

Taping acara Kick Andy biasa dilakukan setiap hari Rabu. Beruntung gw dapet undangan pas banget pas ada tanggal merah di hari Rabu, jadi gw ga perlu ijin pulang cepet dari kantor ato bermacet ria bareng orang-orang pulang kantor. Jam setengah lima (setengah jam lebih cepat dari undangan ) gw udah sampe di Grand Studio MetroTv di Kebon Jeruk. Belum banyak undangan yang datang, Cuma ada beberapa orang yang duduk-duduk pakai baju batik, sesuai dengan aturan yang disampaikan tim kickandy di email undangan -> ‘Pakaian Batik dan wajib pakai Sepatu’. Setengah jam kemudian, orang-orang mulai berdatangan, ada rombongan dari sekolah dan kampus ternyata 

Lobby Metrotv (tempat kami menunggu)

Acara taping baru dimulai setelah sholat maghrib, dan sambil menunggu kita disuguhi live music dan snack. Ada juga dijual beberapa merchandise KickAndy yang hasil penjualannya bakal disalurkan ke pihak yang membutuhkan melalui Yayasan Kick Andy. Menjelang jam tujuh malam petugas gedung minta kami naik ke lantai atas, ke studio Kick Andy. Dua eskalator di tiap lantai yang tadinya naik ama turun dijalankan ke arah atas semua, yang naek mbludagh soalnya 

Suguhan Live music di Lobby gedung

Sampai di dalam studio gw dapet kursi yang lebih deket ke pintu, tadinya mau di depan panggung tapi masuknya susah  Tata tempat di studionya agak aneh, panggung yang ada sofanya (pusat acara) ada di sebelah serong kanan penonton, sedangkan kursi penonton sebagian besar menghadap lurus ke depan, jadi kalo nonton musti agak miring ke kanan duduknya.

studio Kick Andy

masi bole poto-poto sebelom acara dimulei 😀

Sebelum acara mulai, kami disuguhi penampilan dari Justice Voice, grup nasyid asal Yogyakarta. Ya ampooon…ini grup jadul banget ga sih??perasaan dulu gw kenalnya waktu jaman awal gw kuliah. Masi exists juga ternyata, gw kira udah lama bubar. Malah kata Andy Noya mereka sudah menemani acara Kick Andy selama lima tahun! Lama yak 

Justice Voice

Setelah penampilan Justice Voice, sebelum taping dimulai sang produser yang hari itu merangkap floor director memberi arahan ke penonton tentang yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama acara taping berlangsung. Seperti mengikuti aba-aba tepuk tangan walaupun ndak ngerti apa yang diomongin narasumber   trus juga ga boleh menyalakan handphone dan mengambil gambar selama acara, diminta konsentrasi pandangan ke pusat acara (sofa yang tersohor ituh), padahal panggungnya ada di samping kanan, jadi agak bikin leher pegel juga  Iming-iming dari sang produser ‘Yang paling ekspresif nanti paling banyak gambarnya di tipi’ dan sepertinya iming-imingnya berhasil, karena tiap ketawa ato tepuk tangan ada beberapa penonton di samping gw yang hebohnya rada hiperbola hihihi.

Tema Kick Andy kali ini adalah ‘Dari Nol Jadi Bos’. Ada empat narasumber yang dulunya berasal dari keluarga kurang mampu dan sekarang telah berhasil menjadi orang-orang yang sukses. Sedikit terharu mendengar cerita dari narasumber mengenai perjuangan mereka meraih mimpi-mimpinya. Mereka punya impian, walaupun serba kekurangan tidak membuat mereka mundur. Mereka tidak melepaskan setiap kesempatan yang mereka dapat. Mulai dari level pekerjaan dengan gaji terendah sampai ke level tertinggi semua kuncinya sama.…JALANI DENGAN TULUS DAN IKHLAS 

Kalo gw?udah dapet kerjaan di gedung, buat makan (Alhamdulillah) selalu cukup, kalo kerja masi sempet pulang kos buat tidur siang, tapi kadang massihhhh aja suka ngeluh hehehe… Masih harus belajar bersyukur kayanya gw yah 

Di penghujung acara, seperti biasa Andy Noya membagikan buku ke semua penonton yang hadir di studio. Lumayaann..dapet 3 buku yang salah satunya ditulis oleh salah satu narasumber. Plus dapet voucher cuci mobil di salah satu Robotic Car Wash milik salah satu narasumber 

Anyway…kalo temen-temen ada yang mau nonton Kick Andy juga, bisa daftar lewat webnya Kick Andy disini ato kirim sms (nama, email & jumlah peserta) ke 02194119159. Nanti undangannya bakal dikirim via email. Satu tips buat temen-temen yang dapet undangan nonton, kalo milih kursi liat-liat dulu yah, cari yang kursinya ditandain, entah pake pita ato kertas warna, entah itu di bawah ato di atas kursi, sapa tau dapet doorprise soalnya 

Selamat menonton dengan hati ^^