Review OWK Homestay Wonosobo

papan petunjuk OWK homestay di pinggir jalan

papan petunjuk OWK homestay di pinggir jalan

Lebaran kali ini karena satu dan lain hal, gw sekeluarga tidak menginap di rumah saudara saat mudik ke Wonosobo. Ini pertama kalinya buat gw. Biasanya kalau pulang ke Wonosobo gw tinggal pilih mau tidur di rumah mana. Rumah simbah, bude, bulik, semuanya terbuka untuk keluarga gw, tinggal pilih .

Tahun ini kami mencoba menginap di salah satu homestay di Wonosobo, namanya OWK Homestay. Letaknya tidak jauh dari alun-alun Wonosobo.

OWK Homestay ini memiliki dua rumah yang disewakan. Kami mendapat Homestay 2, dengan fasilitas tiga kamar tidur, ruang tamu, tv, kamar mandi dengan toilet jongkok yang juga dilengkapi dengan water heater, dapur lengkap dengan kompor, peralatan masak dan makan, serta terdapat mesin cuci. Dua kamarnya diisi masing-masing dua single bed, dan satu kamar diisi double bed. Hawa di Wonosobo sangat dingin baik siang maupun malam, sehingga tidak memerlukan AC.

20150721_070751

kamar twin bed

20150721_071028_LLS

kamar double bed

20150721_070924_LLS

kamar mandi & wc

20150721_070820

dapur

Kondisi rumah yang kami tempati masih baru dan cukup bersih. Info dari mas Harjo, pemilik homestay tersebut, rumah yang kami tempati memang baru tiga bulan dibuka sebagai homestay. Lumayaaan…nyobain homestay baru, belom banyak yang pakai. Saat kami menginap disana, karyawan homestay masih libur semua, jadi mas Harjo dan keluarganya sendiri yang menyambut dan menyiapkan segala sesuatunya untuk kami.

homestay tampak depan

homestay tampak depan

pemandangan dari teras homestay

pemandangan dari teras homestay

Rumah kami dikelilingi kebun dengan bermacam tanaman, entah tanaman apa saja, yang gw kenali hanya tanaman cabai dan kol. Di depan rumah terdapat gazebo dan kolam ikan. Ada juga warung kopi kecil dengan area duduk di bawah dan di rooftop. Karena karyawannya masih mudik, warung kopinya tutup selama kami disana. Untungnya di dalam homestay disediakan teh, kopi dan pemanas air, jadi kami tetap bisa bersantai di gazebo sambil minum kopi buatan sendiri di pagi hari. Dari tuan rumahnya pun kami mendapat cemilan pagi berupa tempe kemul dan geblek (cireng ala wonosobo). Lumayaan lah untuk nemenin kopi.

mau poto yang lagi ngopi cantik, apa daya modelnya ngikut terus

mau poto yang lagi ngopi cantik, apa daya modelnya ngikut terus

warung kopi (bawah) yang lagi tutup

warung kopi (bawah) yang lagi tutup

kasi cireng ke kucing

kasi cireng ke kucing

Tempe kemul & geblek (cireng)

Tempe kemul & geblek (cireng)

  Kalau ingin berwisata ke Dieng dan sekitar Wonosobo, atau mengejar sunrise di puncak Sikunir, homestay ini bisa jadi salah satu pilihan. Letaknya memang masih agak jauh dari wisata Dieng Plateu, karena lebih dekat dengan alun-alun Wonosobo. Namun untuk rombongan keluarga apalagi yang bawa anak kecil macam gw, homestay ini cukup pas, baik hawanya, kondisi, maupun lokasinya. Kalau mau kuliner khas Wonosobo, tinggal ngesot ke kota. Hawa dinginnya juga tidak terlalu menusuk buat anak-anak. Di area dekat wisata Dieng sebenarnya juga sudah banyak sekali homestay bergeletakan di pinggir jalan. Tapi kalo bermalam disana, dinginnyaaaa ga nguatin.

Thats all my review, hope it helps buat yang lagi cari-cari penginapan di area Wonosobo & Dieng ^^

Alamat OWK Homestay:

Permata Hijau Residence

Jl. Lurah Sudarto Km 01 Wonosobo

Telp (0286)3320078, 0812-266-1429

Kalau bingung, di Google maps juga udah ada.

Detail info lain bisa cek ke websitenya: http://www.owkhomestay.com/

Advertisements

Review Eagle Camp (Dusun Bambu), Lembang

Eagle Camp Dusun Bambu

Setelah sabar menunggu anak rada gedean dikit dan aman buat diajak camping, akhirnya Mei lalu kami sekeluarga berkesempatan untuk bercamping ria di Lembang, Bandung. Nama camping groundnya Eagle Camp, lokasinya di Dusun Bambu. Orang Bandung biasanya udah tau tempat ini, karena tempat ini sudah lama dibuka untuk umum. Kami mengajak dua keluarga lain untuk bergabung bersama kami. Awalnya gw memesan satu double tent dan satu single tent dua bulan sebelum hari H, siapa tau banyak yang berminat ikut karena gw memilih hari buruh yang kebetulan jatuh pada hari Jumat, jadi bisa sekalian long weekend di Bandung. Namun sampai minggu terakhir, beberapa keluarga batal ikut, yang akhirnya tersisa tiga keluarga.

Untuk memastikan pesanan, gw rutin mengecek pesanan ke resepsionis Dusun Bambu via telpon sampai seminggu sebelum hari H. Gak mau kan, udah jauh-jauh ke Bandung, ngajakin keluarga lain, trus ternyata tendanya udah full.

Kami berangkat dengan dua mobil, dengan meeting point di rest area KM 19. Berhubung mobil di rumah bensinnya boros banget, kami memutuskan untuk nebeng mobil keluarga Thomas & Bane. Kami berangkat dari rumah jam lima pagi, naik taksi ke rest area. Waktu itu jalanan sudah ramai. Sepertinya banyak yang mau menghabiskan long weekend di Bandung seperti kami. Kami sampai di rest area jam enam pagi dan langsung membeli burger dan kentang untuk bekal di perjalanan sembari menunggu mobil Thomas datang. Keluarga Thomas sampai lima belas menit kemudian, dan kami langsung melanjutkan perjalanan. Rencana awal menjadikan rest area KM 19 sebagai meeting point kami batalkan karena tol sudah terlalu ramai, dan kami memilih berkumpul setelah sampai di Bandung saja.

Sampai di Bandung, keluarga Faisal & Dini sudah menunggu kami di salah satu minimarket. Kami hanya berhenti sebentar disana untuk membeli cemilan dan minuman untuk di perjalanan, perjalanan masih lumayan jauh dan kalau kesiangan sedikit saja, jalan ke arah Lembang macetnya minta ampun.

Kami beruntung bisa sampai di gerbang Dusun Bambu pagi, sekitar jam 10, jadi antrian masuk ke areal dusun bambu masih belum terlalu ramai. Untuk masuk ke dalam area Dusun Bambu disediakan mobil wara wiri gratis, sedangkan mobil pengunjung harus diparkir di dekat gerbang masuk. Khusus untuk pengunjung yang menginap disana, mobil bisa dibawa masuk sampai ke areal camping, cukup menunjukan bukti reservasi camping/penginapannya.

antrian masuk dusun bambu di pagi hari

antrian masuk dusun bambu di pagi hari

mobil wara wiri

mobil wara wiri

Setelah check in di samping Pasar Khatulistiwa (food courtnya), kami langsung menuju tempat camping. Reservasi dibuat untuk double tent, awalnya gw pikir double tent itu adalah tenda yang super besar, dua kali lipat single tent. Ternyata double tent itu maksudnya double deck. Jadi ada dua buah single tent yang berada dalam satu area, dan memiliki satu pintu keluar yang sama dan masing-masing deck memilki kamar mandinya masing-masing. Uwooww….it’s waaaayy better than I expected hahaha. Berhubung tendanya ada dua, pembagiannya menjadi lebih mudah. Tenda satu untuk ibu-ibu, dan tenda kedua untuk para bapak, jadi kami yang berjilbab ini bisa bebas berkeliaran di dalam tenda hehehe.

panoramic photo of our double deck / double tent

panoramic photo of our double deck / double tent

toilet untuk setiap tenda

toilet dan shower air hangat untuk setiap tenda

Fasilitas default di tenda Eagle Camp ini mirip default di kamar hotel yang umumnya disediakan untuk dua tamu di tiap kamarnya, antara lain: dua bed beserta selimut dan sleeping bednya, dua handuk, welcome drink (beserta teh, gula, kopi, dll), peralatan mandi (sikat gigi, sabun, sampo, shower cap) dan dua voucher untuk sarapan. Kalau melihat ukuran tendanya, sebenarnya satu tenda bisa diisi sampai enam sampai delapan bed, tergantung penyusunannya. Kami menambah dua bed supaya semua bisa dapat sarapan sendiri-sendiri, satu bed di tenda bapak-ers dan satunya di tenda gw. Di dalam tenda terdapat pemanas air, combo box, telepon, dan colokan listrik. Bener-bener camping barbie hahahaha……Oh disini juga dapat koneksi Wifi yang lumayan kenceng lohh. GRATIS!!

fasilitas dalam tenda

fasilitas dalam tenda kami

fasilitas: telepon, combo box, colokan listrik, kettle pemanas

welcome drink

welcome drink

Tendanya sendiri didirikan di atas kayu-kayu, jadi no need to worry buat yang takut tidur langsung di atas tanah. Buat anak-anak juga cukup safe (selama tetap dalam pengawasan ya) buat dijadikan tempat mereka bermain dan explore. Anak gw Ino (2y6mo) dan Christo (sekitar 1y9mo)anaknya Bane sangat menikmati tempat ini. Sampai di area camping langsung berlarian kesana kemari, kaya ga ada capek-capeknya, mungkin karena mereka sudah sempat tidur selama perjalanan ke Bandung ya. Di samping tenda terdapat alat barbeque, area api unggun, meja dan kursi dari kayu.

43

dua bocah yang ga ada cape capenya lari sana sini

41 44

area duduk santai di samping tenda

area duduk santai di samping tenda

Setelah menaruh barang-barang, kami memanggil mobil wara wiri untuk menjemput kami di tenda. Untuk memanggil, kami cukup menelepon ke room service dan tidak lama kemudian, mobilnya pun datang. Kami turun ke area foodcourt, sedangkan suami gw dan Faisal melanjutkan sampai ke gerbang depan untuk ibadah sholat Jumat. Di dalam area dusbam (gw singkat aja yaa :p) hanya terdapat mushola, jadi untuk Jumatan pengunjung harus keluar dulu dari areal dusbam.

naik wara wiri

naik wara wiri

Kami makan siang di Pasar Khatulistiwa yang letaknya persis di samping resepsionis tempat kami check in sebelumnya. Untuk makan disini, pengunjung harus menukarkan uang dengan lembaran uang khusus milik Dusun Bambu. Uangnya semacam uang mainan untuk anak-anak yang bisa kita beli di abang-abang penjual mainan keliling. Kalau tidak salah ingat, uang bisa ditukarkan dalam kelipatan 2500 rupiah dan sisa uang yang tidak terpakai tidak bisa ditukar kembali. Jadi pastikan menghitung makanan yang akan dibeli kalau tidak mau rugi. Makanan yang dijual di foodcourt ini bervariasi, mulai dari cemilan macam kue cubit, kue ape, arumanis, es krim, gorengan sampai makanan berat macam soto, sate, nasi gudeng dan sebagainya. Overall rasanya biasa aja kalo menurut gw, dari segi harga sedikit lebih mahal dari harga pasaran. Wajar sih, karena tidak ada penjual makanan lain di area itu. Untuk yang mau beli oleh-oleh, di pasar khatulistiwa juga dijual bermacam barang yang lucu-lucu, tapi harganya gak lucu jadi gw ga beli hihihi.

pasar khatulistiwa

pasar khatulistiwa

?????????????

mata uang dusun bambu & nasi bakmoy yang gw pesan

?????????????

sentra oleh-oleh

Di dusbam ini banyak aktifitas outdoor yang disediakan. Ada area memanah, ATV, paintball, sewa sepeda, dan mini farm buat anak-anak. Kami sendiri tidak ada agenda bermain khusus disana, hanya ingin berleha-leha menikmati segarnya alam. Jadi gw dan anak gw lebih banyak bermain bebas disana, lari-lari di rumput lah, manjat ini itu lah, semaunya pokoknya.

areal bermain di depan pasar khatulistiwa

areal bermain di depan pasar khatulistiwa

Kami menghabiskan sepanjang sore berleha-leha di sekitar tenda sekalian mempersiapkan makan malam. Dusun bambu menyediakan paket barbeque, namun kami tidak memesan paket tersebut. Kami membawa bahan makanan untuk dipanggang dan disantap saat makan malam, seperti jagung dan sosis. Gw juga bawa beras beserta rice cookernya untuk membuat nasi, tapi berhubung rice cookernya dipakai buat ngangetin berbagai macam makanan lain, akhirnya malah ga jadi bikin nasi. Untuk memakai alat panggang kita tidak perlu pusing, tinggal telpon housekeeping, dan staff dusbam langsung datang untuk menyalakan sekaligus membantu memanggang. Yaiiyy…

staff dusbam yang membantu persiapan barbeque

staff dusbam yang membantu persiapan barbeque

48

petugas kipas kipas

28

petugas kupas kupas

99

petugas oles bumbu

Malamnya kami mendapat welcome snack yang seharusnya diantar ke tenda sebelum kami datang. Isinya macam-macam, ada kacang, buah-buahan, dan beberapa kripik. Lumayan lah buat teman menikmati api unggun sekaligus buat menambah ganjelan perut, karena berhubung makan malamnya ga pakai nasi jadi kurang kenyang rasanya.

56

late welcome snack

20150501_190138_LLS

menikmati api unggun

52

low light photo sebelum tidur

Bermalam di Eagle Camp cukup dingin, karena terletak di dataran tinggi sekaligus dikelilingi pohon rindang, apalagi malamnya juga sempat hujan walaupun sebentar. Untungnya sleeping bag dan selimut yang disediakan cukup bisa menghangatkan badan. Plus, gw juga bawa selimut extra buat jaga jaga kalau selimut yang disediakan tidak cukup hangat untuk anak gw. Untungnya dua bocah kecil yang ikut camping disini sudah cukup lelah bermain, jadi malamnya mereka ga rewel, dan nyenyak sampai pagi. Padahal areal camping di seberang bukit ramai dengan musik dangdutnya sepanjang malam, tapi Alhamdulillah kami bisa tidur enak.

tidur nyenyak sepanjang malam

tidur nyenyak sepanjang malam

Paginya kami berjalan-jalan mengitari areal dusbam menuju resto Burangrang, tempat sarapan disediakan untuk para pengunjung dusbam yang menginap disana. Tadinya kami mau meminta jemputan ke tenda, tapi akhirnya kami memilih berjalan kaki sambil berfoto di sepanjang jalan menuju resto. Di pagi hari, areal taman bunga, danau, lapangan dan semua area dusbam masih sepi sekali, jadi kami bebas berfoto disana sini. Udaranya juga sejuk sekali.

73 74 75 78

Sarapan di dusbam cukup bervariasi, dari segala soup, nasi goreng, salad, cereal, roti, dan sebagainya. Rasanya tidak terlalu wah, tapi cukup lah untuk mengisi perut kami yang lapar karena semalaman tidak makan nasi. Di resto Burangrang, kita bisa sarapan sambil menghadap danau yang menjadi icon Dusun Bambu. Sayang kemarin tidak sempat berfoto di spot mainstreamnya Dusun Bambu di pinggir danau itu hihihi. Oiya, selain dapat voucher sarapan, kami juga mendapat voucher naik perahu keliling danau, tapi tidak sempat kami pakai.

?????????????

voucher sarapan & naik sampan

79

sarapan dusun bambu

Full team dengan background danau yang jadi icon Dusun Bambu

Full team dengan background danau yang jadi icon Dusun Bambu

Sekian review (yang kebanyakan justru cerita) tentang Dusun Bambu, semoga membantu buat yang mau mengunjungi ^^.

Photos courtesy of Thomas Satrio (papanya christo).

Untuk info lebih detail tentang Dusun Bambu, cek aja langsung ke:

web: http://www.dusunbambu.com/
IG: dusunbambu

Review Artotel Jakarta Thamrin

November kemarin kami menjajal hotel Artotel yang eksentrik ini. Lokasinya persis di belakang Mall Sarinah Thamrin. Kalau lewat di belakang Sarinah dan lo nemuin bangunan ungu yang penuh grafitti, ya itulah Artotel. Hotel ini memang penuh dengan artwork dari seniman lokal, mulai dari tampilan depan hotel, lobby, sampai ke kamar. Lantai kedua hotel pun dikhususkan sebagai art gallery yang menampung berbagai macam karya seni dan bebas dikunjungi tamu hotel. Sayang waktu kesana gw ga sempet naik ke lantai dua, cari aman sih sebenernya. Karena gw juga takut kalo ada artwork yang bentuknya pecah belah, sedangkan anak gw lagi doyan banget ngebantingin macem-macem. Daripada daripada kaaann 

Kamar di hotel ini desainnya minimalis, tipikal hotel yang kami pilih, karena umumnya hotel-hotel minimalislah yang doyan promo hehe. Walaupun minimalis, fasilitasnya cukup lengkap, ada tv, wifi, reading lights, deposit box, dan hair dryer. Tiap kamar juga disediakan ipod docking dan Dolce Gusto Coffe Maker!! Sebenernya salah satu alasan pilih hotel ini sih karena pengen nyobain si Dolce ini hahaha…

Dolce Gusto Coffee Maker

Dolce Gusto Coffee Maker

Kelengkapan meja kamar

Kelengkapan meja kamar

Kalau menginap di hotel/hostel terutama yang minimalis, gw suka liat-liat model kamar mandi dan lemari bajunya buat inspirasi. Karena biasanya mereka pilih yang simple, dan space saver, jadi ga bikin kamar penuh, karena umumnya kamar hotel minimalis rada sempit. Nah di Artotel ini, pintu kamar mandinya multifungsi. Bisa jadi pintu kamar mandi sekaligus pintu lemari baju. Karena lemari bajunya persis nempel sama kamar mandinya.

Cermin sebagai pintu toilet

Cermin sebagai pintu toilet

Cermin sebagai pintu lemari

Cermin sebagai pintu lemari

Kloset

Kloset duduk

Shower di samping kloset

Shower di samping kloset

Setiap kamar di Artotel memiliki nuansa yang berbeda-beda, tergantung dari seniman yang mengerjakan dekorasinya.  Sebelum datang kesana, gw udah cek-cek ke websitenya untuk liat-liat dekorasi kamarnya. Gw pilih kamar yang didekor sama Wisnu Auri, soalnya menurut gw mural buatan dia yang paling mendingan buat orang macam gw, yang lain gw atuuuuttt  hehehe. Gw book kamar tipe studio 20 dari Agoda, pas ada promo (pastinya). Untungnya studio 20 yang didesain Wisnu Auri masih ada yang available waktu gw check in. Gw book kamar tanpa breakfast (biar tambah murah), jadi punten ga bisa share menu breakfastnya. Ya gapapa lah ya, toh lokasi udah disitu, besar kemungkinan kami milih breakfast di luar, wong ngesot dikit aja udah sampe jalan sabang..

Kamar Artotel by Wisnu Auri

Kamar Artotel by Wisnu Auri

OK3

Berhubung lokasinya di Thamrin, layaknya hotel di sekitarnya yang mostly diperuntukkan untuk business traveller, hotel ini memang ga ada fasilitas untuk keluarga atau anak-anak macam kolam renang, playground ato taman. Gw dateng kesana pas paginya ada car free day, jadi buat hiburan anak, gw ajakin aja anak gw jalan-jalan ke CFD thamrin, maenin aer mancur bundaran HI, jajan ini itu, naik delman, dan sebagenya. Gampang mah cari seseruan disitu 

OK4

Detail info mengenai Artotel bisa dilihat disini yaahh. Have a pleasant visit 

AR+OTEL  Jakarta – Thamrin
Jalan Sunda 3 Jakpus
Tel. (021) 3192 5888

Review Dafam Hotel Cilacap

Beberapa minggu lalu, gw dapat dua undangan pernikahan yang diadakan di Cilacap, satu dari sepupu gw, satunya lagi dari tetangga masa kecil. Sudah hampir sepuluh tahun gw pergi dari Cilacap, kota kelahiran gw. Rasanya kangen juga, sekaligus berasa aneh saat harus cari-cari penginapan di kota kelahiran sendiri hehe. Maklum keluarga gw di Cilacap udah tinggal sepupu gw itu, dan tidak mungkin gw menumpang di rumahnya karena rumah mereka sendiri sudah dirombak jadi panggung manten. Bisa riweuh nanti kalo menginap disana.

Setelah pilah pilih via Agoda, yang ternyata emang tidak banyak pilihan yang oke di kota itu, akhirnya kami memilih untuk menginap di Dafam Hotel. Waktu gw tinggal di Cilacap dulu, hotel ini belum ada. Waktu itu di lokasi yang sama masih berdiri Grand Hotel, namun sekarang sudah diambil alih, direnovasi dan berganti nama menjadi Dafam Hotel.

taken from : Agoda

taken from : Agoda

Lokasi Dafam cukup dekat dari stasiun kereta Cilacap. Jadi kalau turun di stasiun Cilacap, bisa naik becak yang mangkal disana, banyak kok. Bayar sekitar sepuluh ribu, atau kalo mau ngirit dikit ya tawar aja sampe lima ribu. Bisa dapet kok, kalo beruntung hahaha. Lokasi ke Pantai Teluk Penyu juga dekat sekali. Karena persis di depan hotelnya adalah jalan menuju pantai. Naek becak juga bisa. Mungkin sekitar sepuluh ribuan. Perkiraan loh yaa..gw sendiri waktu itu ke pantai nebeng kakak gw yang bawa mobil ke Cilacap, jadi ga tau tarif becak menuju pantai.

Hotel ini hanya terdiri dari dua lantai, lantai dasar dan lantai atas. Jadi tidak ada lift. Kalau berencana menginap di hotel ini dan bawaannya banyak, better minta kamar di lantai bawah. Dan kalo memang mau pakai fasilitas kolam renang, jangan lupa minta kamar di lantai dasar yang dekat dengan kolam renang, karena ruang bilas di kolam renang hotel ini rada vulgar, jadi mendingan bilas di kamar masing-masing.

Waktu booking hotel, gw ga tau kalo hotelnya ga punya lift. Padahal bawaan gw segambreng, karena bawa outfit kondangan lengkap, make up plus perlengkapan si kecil. Waktu itu gw book dua kamar, dan sayangnya kamar di lantai dasar tinggal satu yang kosong. Jadilah gw dapet kamar di lantai atas *hyaaaaa*. Emak gw menempati kamar di lantai dasar, kebetulan dapat kamar persis di depan kolam renang *yaaiiyy bisa numpang bersih bersihhh*.

Kondisi kamar di Hotel Dafam terkesan agak tua. Sepertinya renovasi dari Grand Hotel tidak terlalu membuang banyak furniture. Jadi interiornya tidak berasa seperti hotel baru. Dan, gw compare dengan foto-fotonya di Agoda pun lumayan berbeda dengan aslinya. Fasilitas kamarnya lengkap, standar bintang tiga. Ada wifi, tivi, meja, shower, toilet duduk, dan AC pastinya. Kamar emak gw, ukurannya jauh lebih luas, namun fasilitasnya sama.

kamar gw

kamar gw kalo dari depan pintu kamar

kamar gw kalo dari jendela

kamar gw kalo dari jendela

Kami sempat mencoba kolam renangnya. Maklum bawa anak kecil, kalo liat kolam renang gede dikit anak gw langsung pengen terjun  jadi kalo nginep di tempat yang ada kolamnya gw selalu prepare baju renang, minimal buat anak gw. Kolam renangnya bersih, dan rajin dibersihkan pula. Dua malem gw nginep disana, tengah malem selalu ada suara gemericik air dari arah kolam. Gw pikir ada yang berenang tengah malem, ternyata suaranya penjaga kolam yang lagi bersihin kolam renang. Sorenya pun ada yang bersihin kolamnya lagi. Asli rajin 

Kolam renang Dafam. Di belakang ada penjaga yang lagi bersihin kolamnya.

Kolam renang Dafam. Di belakang ada penjaga yang lagi bersihin pinggiran kolamnya.

Menu sarapan yang disediakan di Dafam cukup beragam, ada sup-supan, bubur-buburan, sereal, roti, mini cake, egg corner, nasi goreng, nasi putih dan lauk pauk. Oiya kalau suka bermain bilyard, di lantai dasar juga ada meja bilyar yang bisa dimainkan secara gratis.

Tarif yang gw dapat waktu itu berkisar tiga ratus ribuan. Jadi dua kamar per harinya tidak sampai tujuh ratus ribu. Untuk kamar gw yang kecil agak kemahalan sih, tapi kalo ngukurnya pake kamar Emak gw yang luas ya itungannya murah hehehe.

Buat short visit di Cilacap sebenernya hotel ini cukup nyaman, hanya saja AC di kamar gw dan Emak gw tidak terlalu dingin untuk ukuran Kota Cilacap yang puanass .Minus point yang rada ngeganggu adalah lobbynya yang jadi smoking room di malam hari. Yes, waktu menginap disana (entah mungkin karena malam minggu) ada live musik di lobby yang dibawakan penyanyi berbaju sexy, dan semua yang di lobby diperbolehkan merokok. Entah mulai dari jam berapa. Jadi waktu gw dan keluarga mau keluar cari makan malam, kami harus melewati kumpulan asap rokok yang berasal dari lobby dan area bilyard. Not really a family-with-young-children friendly hotel sih menurut gw. Mungkin memang target hotel ini bukan untuk family holiday, karena saat saya disana pun tidak banyak keluarga yang menginap. Mayoritas pengunjungnya adalah bapak-bapak karyawan yang sedang berdinas di Cilacap. Jadi yaa hiburannya disesuaikan dengan tipe pengunjung terbanyak.

So..thats all my review. Semoga membantu untuk cari-cari referensi ya. Detail tentang Dafam Hotel bisa dilhat disini.

Hotel Dafam Cilacap
Jl. Dr. Wahidin 5-15 Cilacap 53212
Central Java – Indonesia
Tel. +62 282 5200 97
Fax. +62 282 5200 98
E-mail : info@dafamcilacap.com

Review Fivestones Hostel Singapore

Gw dan suami menginap di hotel ini jauh sebelum anak kami lahir. Tepatnya waktu gw hamil satu bulan (dan waktu itu gw belom ngeh kalo udah hamidun). Udah rada basi sih reviewnya. Ya lumayan lah ya, buat jadi referensi yang lagi cari-cari hostel buat backpack. Kalo ternyata kondisinya udah jauh beda, let me know 

Hostel ini gw pesan melalui hostelworld. Nama Fivestones ini diambil dari permainan khas anak-anak Singapura. Waktu itu mutusin milih hotel ini karena foto kamarnya colourful, trus bersih, trus harganya masi masuk budget (sorry, gw lupa waktu itu dapet harga berapa hehe). Plus bacain review dari beberapa pengunjung, kok kayanya lokasinya strategis. Jadilah kami memilih hostel ini untuk short visit kami di Singapura.

Fivestones tampak depan (waktu masih di South Bridge Rd)

Fivestones tampak depan (waktu masih di South Bridge Rd)

Waktu itu kami berangkat dari Jakarta pagi-pagi, jadi sampai di Fivestones kami belum bisa check in, tapi kami bisa titip tas bawaan kami sampai waktunya check in nanti. Sambil menunggu waktu check in tiba, kami berdua jalan-jalan mencari tempat makan. Lokasi hostel ini waktu itu memang cukup strategis untuk turis yang doyan jalan kaki dan naik bus. Karena persis di teras hostelnya adalah halte bus yang bisa langsung ke vivocity. Gausah pake transit dan pindah jurusan. Ngesot kesonoan dikit udah sampe Clarke Quay. Mo ke chinatown, Hong Lim Park, Orchard, udah deket banget. Waktu itu lokasi hotel masih di South Bridge Rd. Sekarang gw liat di webnya alamatnya udah pindah ke 285 Beach Road, which is lumayan jauh dari lokasi hostel sebelumnya. Tapi kalo liat fasilitas dan bentuk kamarnya, mereka masih pakai konsep yang sama.

Kamar kami (sorry rada blur)

Kamar kami (sorry rada blur)

atas: kasur gw, bawah: kasur suami

atas: kasur gw, bawah: kasur suami

Kamar di Fivestones dilengkapi bunk bed dan jumlahnya variatif. Ada yang isi delapan kasur, enam kasur sampai empat belas kasur. Ada juga type Family room yang cocok buat pengunjung yang ogah berbagi kamar bareng orang asing. Ada juga kamar khusus wanita. Kasurnya empuk, nyaman dan bersih. Tiap kasur dikasi bantal khas Fivestones. Tiap kasur juga punya loker sendiri-sendiri yang terletak di samping kasur masing-masing. Jadi walopun kamarnya share sama pengunjung lain, barang-barang tetap aman karena tiap loker bisa dikunci. Di masing-masing kasur disediakan lampu baca dan colokan listrik. Jadi ga perlu rebutan colokan buat charging ini itu. Waktu itu kami memilih kamar yang berisi empat bunk bed (delapan orang).

Meja makan

Meja makan

Ruang tivi. DVD Friendsnya kumpliiittt

Ruang tivi. DVD Friendsnya kumpliiittt

Ruang bebas (makan, internet, tivi)

Public Area (makan, internet, tivi)

Ruang makan di Fivestones digabung dengan ruang tivi dan tempat internet. Setiap pengunjung bebas memakai tivi dan internet, gratissss. Tapi PCnya waktu itu Cuma ada dua, lengkap dengan headset dan webcamnya masing-masing. Jadi kalo penuh ya kudu gantian. Ruang tivinya dilengkapi koleksi DVD yang cukup banyak dan sofa besar yang nyaman banget. Dan yang paling oke, koleksi DVD Friendsnya kumplitttt, all seasons!!! Aaaakk…kalo aja ga ada plan kemana-mana, gw pasti nonton Friends marathon disana 

Pantry yang bersih

Pantry yang bersih

Kelengkapan pantry

Kelengkapan pantry

Ruang makannya kecil, tapi kumplit alatnya. Ada toaster, microwave, termos pemanas air, dan kulkas softdrink. Hostelnya menyediakan roti tawar, selai, keju, corn flakes, chocolate crunch, kopi, teh dan susu. Standar lah ya untuk ukuran budget hostel. Kalo mo menu yang agak mewah ya bawa aja sendiri, trus tinggal diangetin pake microwave 

WC dan kamar mandi di Fivestones ada di luar kamar dan dipakai bersama-sama. Cukup bersih, sabun dan sampo kecil juga disediakan disana, in case kita ga bawa. Plus ada hairdryernya juga. Cumaaa…seperti hostel dengan kamar mandi umum lainnya, kalo lo bangun kesiangan, kamar mandinya dijamin udah sisa pengunjung lain. And you know lah, tiap orang punya level kebersihan yang berbeda. Kalo gw, prefer bangun pagi dan mandi duluan, pas kamar mandi baru dibersihkan 

Overall, menginap di hostel ini cukup menyenangkan. Apalagi waktu itu masih berdua suami. Masi penganten baru. Apa-apa masih belom komplen hahahah. Staff di Fivestones orangnya santai dan ramah. Perlu diingat, kalau memilih hostel yang sharing room, kudu prepare mental. Kalo kira-kira kaga bisa tidur sekamar sama orang asing ya jangan pilih yang sharing room  Pengalaman gw, waktu itu, salah satu pengunjung wanita dari Korea ga bisa tidur kalo lampunya nyala. Untungnya yang nginep di kamar itu semuanya fine fine aja tidur dalam gelap. Ada lagi satu pengunjung pria India yang kebetulan kasurnya sebelahan sama suami gw di bawah (gw di kasur atas), pulangnya malem banget dan langsung tidur ngorok sampe pagi. Beruntung gw dan suami dikaruniai sleeping skill yang ga pake ribet. Kalo udah ngantuk ya tinggal merem. Mo terang mo gelap, mo berisik mo sepi hayuk ajahh

PS: kondisi dan lokasi hotel kemungkinan besar sudah berbeda dari yang gw tulis. jadi yang mau book hostelnya better ceki ceki dulu kesini: http://www.fivestoneshostel.com/

Oia..kalo mau ikutan nampang di public area Fivestones, jangan lupa minta dipoto pas check out. Gratiss 

Review Hotel GH Universal Bandung

Rooftop GH Universal

Rooftop GH Universal

Familiar dengan bangunan ini? Yang sering jalan-jalan ke Bandung, terutama arah ke Lembang pasti udah sering liat kubah bangunan ini nyempil di tepi jalan yah. Yes ini Hotel GH Universal. Hotel di Bandung yang dibangun dengan gaya eropa jaman Renaissance. Beberapa bulan lalu kami berkesempatan mecoba hotel ini. Awalnya Cuma ingin jalan-jalan ke Bandung dan memilih penginapan seadanya. Saat sedang memilih-milih via Agoda, kok ya pas ada promo dari hotel ini. Kamar superior yang biasanya hampir 3jeti/mlm, waktu itu didiskon sampai 500ribuan/mlm. Kapan lagi kan bisa stay di hotel bintang 5 dengan harga budget  Jadilah kami pilih hotel ini sebagai akomodasi selama short trip ke Bandung.

Atribut lobby, tempat berfoto ria

Atribut lobby, tempat berfoto ria

Hotel ini cocok untuk yang ingin menghabiskan waktu di Bandung daerah atas, karena letaknya dekat dengan jalan menuju wisata Lembang, sehingga mempersingkat waktu perjalanan menuju lokasi wisata. Apabila ingin menghabiskan waktu di area Bandung kota, aksesnya cukup dekat dan lancar. Hanya saja akses balik menuju hotel jalannya cukup padat, terutama saat weekend. Drivernya bisa pegel nginjek kopling berjam2, karena jalan menuju hotelnya menanjak plus macet. Kalau gw sih prefer ambil penginapan di daerah kota kalau memang target yang ingin dituju lebih banyak di area kota.

Twin Bedroom

SuperiorTwin Bedroom

Disini kami mendapat kamar tipe superior. Waktu memesan di Agoda, gw lupa memesan kasur tipe queen dan kebetulan pas kami datang kamar superior dengan queen bed sedang habis. Jadilah kami dapat kamar dengan twin bed. Alhamdulillah staffnya mau menggabungkan dua twin bed dan melapisinya dengan bed cover king size, jadi si kecil bisa bebas berguling2 tanpa khawatir terjepit di tengah  Kamar yang kami tempati cukup bersih dan nyaman sekali. Interiornya mewah, namun ukuran kamarnya cukup sempit. Jarak antara kasur dengan meja dan televisi juga cukup dekat. Jadi kalau bawa anak kecil, lari-larinya jangan di kamar ya, mending mainnya di luar kamar saja 😀 Untuk kamar mandi, ukurannya cukup luas, mungkin karena tidak menggunakan bathtub, melainkan menggunakan shower room. Oiya, hotel ini juga meminjamkan baskom untuk memudahkan memandikan bayi apabila kita membawa bayi. Free. Waktu itu kami meminjam baskomnya, namun karena agak telat dikirim ke kamar, jadi si kecil sempat kami mandikan di washtafel. Untungnya, dia cukup menikmati bermain-main dengan keran washtafel.

Bed yg sudah digabung

Bed yg sudah digabung

Menikmati mandi di washtafel

Menikmati mandi di washtafel

IMG_5162 IMG_5161

Jendela kamar kami menghadap parkiran mobil dan bus, dan di sebelahnya terdapat animal care. Yes, di hotel ini kita bisa membawa binatang peliharaan karena memang ada tempat penampungan hewan-hewan tersebut selama pemilik beristirahat di kamar. Umumnya hewan yang dititipkan adalah kucing atau anjing. Sebagai saran, kalau ingin kamar yang tidak terlalu berisik, pesanlah kamar yang jauh dari animal care ini. Pengalaman gw waktu menginap disana, di pagi dan sore hari ada jadwal hewan dimandikan dan diajak bermain, sehingga suara gonggongan anjing ramai terdengar dari kamar gw.

Pemandangan (parkiran) dari kamar

Pemandangan (parkiran) dari kamar

Salah satu yang gw sukai dari fasilitas hotel ini adalah menu sarapannya. Menunya lengkap sekali, ada berbagai jenis menu sarapan yang disediakan. Sebagai ibu yang membawa bayi yang sudah ikut makan table food, gw bawa bermacam makanan untuk si kecil, jaga-jaga kalau menu hotel tidak baby-friendly. Namun ternyata menunya cukup komplit, ada bubur ayam, sup, buah-buahan, roti tawar, roti gandum, salad, pastry, mini cake, nasi goreng, mi goreng, sereal, daging ham, sosis, dan masih banyak lagi. Ada juga egg corner (standar lah ya kalo yang ini) yang melayani permintaan berbagai jenis telur seperti omlette, telur mata sapi dan sebagainya. Gw sendiri ketagihan waffelnya, adonannya pas rasanya.

Overall, hotel ini cukup oke untuk short trip kami yang saat itu memang mengunjungi area bandung atas macam de Ranch, Rumah Sosis, Maja House, dsb. Recomended untuk kumpul keluarga yang waktunya memang lebih banyak dipakai buat ngumpul-ngumpul, atau foto-foto sekitar hotel. Banyak spot foto yang oke disini. Dan lebih recomended lagi datangnya pas ada diskon macam yang gw dapat  Tapi kalau tripnya lebih banyak dihabiskan di luar penginapan, saran gw sih mending cari guesthouse yang ada di sekitaran kota. Sayang aja duitnya kalau pas dapet harga normal tapi cuma dipakai untuk naro tas. Tambahan, kalau memesan kamar tanpa breakfast, better bawa cemilan sendiri untuk sediaan sarapan. Karena di sekitar hotel tidak ada minimarket dan warung.

Oiya, disini juga ada kolam renangnya, tapi airnya dingin. Anak gw Cuma sempet nyemplung sekitar 5 menitan. Itu juga main air mancur saja karena gw takut dia kedinginan. Untungnya ada shower air hangat di ruang bilasnya. Jadi ga perlu naik ke kamar dulu untuk bilas si kecil. Saran gw,  kalau mau ajak anak-anak kecil berenang atau main air mending nyeberang ke Rumah Sosis di depannya (jalan sedikit). Areanya lebih child-friendly.

Review Bangrang Hostel, Seoul

Sebenernya pengen nulis perjalanannya dulu, Cuma catetannya ilang. Jadi gw review penginapannya dulu aja ya… 

bangrang

Icon Bangrang Hostel

Gw dan suami menginap di hostel ini sebenernya udah lama banget, hampir  dua tahun yang lalu waktu honeymoon ke Korsel, Cuma baru sekarang gw sempet dan mood ngeposting reviewnya. Jadi kalau ada isi review disini yang udah ga sesuai sama kondisi hostel sekarang yaaa mohon dimaklumi dan dimaafkeun ya 

Urusan memilih hostel, gw selalu mengutamakan tiga hal, yaitu lokasi, kondisi kamar dan harga. Lokasi jadi concern gw yang paling pertama, terutama di daerah dengan public transportation yang sudah memadai. Jadi soal hostel, biasanya gw ambil yang lokasinya paling mudah dijangkau angkot lokal, supaya gampang buat muter-muter plus murah  Kalau udah dapet hostel-hostel yang lokasinya oke, gw tinggal liat review orang-orang di tripadvisor ato di hostelworld (atau semacamnya). Kalau mayoritas bilang bersih, langsung masuk list. Tapi kalo ada satu yang bilang ‘ada kecoa sliweran’, langsung gw CORET!!  maklum, kecoa kan sodaranya macem-macem bentuknya. Beda kota/Negara beda pula bentuknya. Kalo udah ada yang bilang kecoa di review, gw langsung kebayang They Nest. Iya, itu film yang isinya kecoa semua zzzzzz…

Kenapa ga nyari hotel aja? Simple, biar ngirit  Lagipula untuk backpack, hostel di Korsel udah jauh dari cukup. Trust me  Setelah menyeleksi beberapa hostel di Seoul, pilihan gw jatuh pada Bangrang Hostel. Dilihat dari peta, lokasinya dekeet banget sama stasiun kreta. Jadi gampang kalau mau kemana-mana. Plus, masuk dalam rute yang dilewati salah satu Airport Limousine Bus. Jadi dari airport nanti ga usah bingung transportnya  Plus interiornya korea bangeeet hihihi…langsung jatuh cinta gw 

Gbr dari: bangranghostel.com

Gbr dari: bangranghostel.com

Antri bis dulu di Airport

Sambil antri bis di Airport

Kalau dari Airport, Bangrang Hostel ini bisa dicapai menggunakan Airport Bus nomor 6015. Kita bisa turun di stasiun Chungjeongno (Green Line). Dari stasiun itu, ada jalan gang yang terletak di antara Exit 5 dan Exit 6. Bangrang Hostel terletak tidak jauh dari ujung gang tersebut. Persis di belokan jalan, sebelum tanjakan. Kalau dulu, tulisan Hostelnya ga terlalu keliatan. Untungnya gw sempet liat-liat gallery foto di webnya. Jadi gw tau bentuk luarnya.

Tampak depan hostel, view pagi hari

Tampak depan hostel, view pagi hari

Gw sampai disana waktu itu udah malem banget, sekitar jam 12, naik Airport Limousine Bus nomer 6015 dari airport, dengan tarip KRW 10,000 (Setara Rp 80,000 waktu itu). Sebelumnya gw udah confirm untuk late check in via email, jadi udah ditungguin sama pemiliknya langsung yang kadang ikutan jaga di meja receptionist, namanya Kim Seoung Beom. And you know what, buat check in cukup pake passport, ga usah print-print bukti reservasi. Kalo kata Kim di emailnya ‘You don’t have to print the confirmation letter, I will recognize you’ hahahah…  Owner disini lumayan friendly, dan lancar berbahasa Inggris. Jadi ga usah pake ribet belajar bahasa Korea dulu buat nginep disini.

Bangunan Bangrang ini sebenernya cuma satu bangunan, tetapi aksesnya dibagi menjadi dua. Akses ke Communal Area yang sekaligus tempat check in masuknya melalui pintu depan, dan satu lagi Dorm Area yang aksesnya lewat pintu belakang. Communal areanya nyamaaan banget. Di area itu terdapat ruang tamu, dapur, toilet, ruang nonton, plus meja receptionist. Ada juga mesin cuci yang ditaro di depan toilet.. Kalo mau ke Dorm Area alias ke kamar penginapan, musti keluar dulu, jalan nanjak dikit, terus masuk ke area penginapan lewat pintu belakang 

Ruang tamu hostel

Ruang tamu hostel

Hostel ini terdiri dari empat lantai plus rooftop untuk tempat jemur dan duduk-duduk santai. Communal area berada di lantai paling bawah. Gw kebetulan dapet kamar di lantai satu, persis di atas communal area. Jadi masuk dari pintu belakang, dan  ga perlu naik tangga lagi.

Koridor room area

Koridor menuju kamar

view kamar dari luar

view kamar dari luar

view kamar dari dalem (burantakaann hahaha)

view kamar dari dalem (burantakaann hahaha)

Waktu itu gw ambil double room dengan kamar mandi dalam seharga KRW 55,000/malam. Kamarnya sederhana, rapi dan cukup bersih. Kamar mandinya juga oke banget. Simple. Ada shower, toilet duduk, dan yang paling penting, aernya deres hehehe. Cucok lah buat orang indonesah yang suka buang-buang aer seperti gw 

toilet kamar

toilet kamar

colokannya sama kaya di Indo ^^

colokannya sama kaya di Indo ^^

Fasilitas di hostel ini cukup lengkap, dengan konsep self service. Di dapur peralatannya lengkap, ada kompor, segala panci, piring dan gelas. Bisa lah..dipake buat masak-masak yang ringan. Tapi jangan lupa dicuci lagi ya selesai pakai. Untuk makanan ringan, disediakan roti tawar, plus telurnya juga disediakan di kulkas. FREE  . Tapi hati-hati ya, musti nanya dulu yang mana roti dan telor yang grates. Soalnya ada juga tamu yang beli telor and disimpen di kulkas situ. Mau nyuci baju?ada mesin cuci, lengkap dengan petunjuk pemakaian. Cuma kalo pake mesin ini ga gratis ya, ada kudu masukin koin buat ngejalanin mesinnya. Internet disediakan gratis di communal area, kalau bawa leptop bisa juga connect wifi gratis dari kamar sendiri.

Area dapur

Area dapur

Hostel ini buka 24 jam (kecuali receptionnya ya). Jadi kita bisa bebas pulang dan pergi kapanpun kita mau. Untuk masuk ke communal area dan ke room area, pintunya dilengkapi kunci otomatis yang dilengkapi pin yang diganti secara berkala. Setiap tamu yang check in langsung diberi pin untuk keluar masuk penginapan. Jadi ga usah heboh pencet-pencet bel kalo pulang malem atau pagi.

Kunci pintu otomatis

Kunci pintu otomatis

Soal lokasi, di sekitar hostel terdapat beberapa penjual makanan dan minimarket. Beberapa minimarket buka 24 jam, jadi kalo laper malem-malem ga usah bingung cari makan. Dari tempat wisata, hostel ini juga dekat dengan istana Gwanghamun, sungai Cheonggyecheon, Myeongdong dan beberapa tempat wisata lain. Cuma kalo jalan gempor juga sih, jadi mending naik kreta 

Untuk pembayaran, hostel ini Cuma menerima cash saat kedatangan, tapi detail kartu kredit tetap diminta saat booking, In case terjadi pembatalan tanpa pemberitahuan.

Overall, gw puas menginap disini. Homy dan nyamaaan banget. Kalo mo nginep disini jangan ragu buat kontak staffnya buat nanya-nanya segala macem soal hostel ini via email sebelum kedatangan, mereka helpful banget loh  as they said in their official site ‘We will be delighted to help you out with anything. All you need to do is ask’ 

Detail lengkap Bangrang Hostel & kontaknya bisa langsung cek kesini: http://www.bangranghostel.com

Review Thai Movie: Hello Stranger

Hi temans…
Udah balik ke ‘kota’ lagi setelah seminggu (ato malah 2 minggu) libur lebaran?
bingung cari hiburan ato tontonan??
coba deh tonton yang satu ini

Sebenernya sih dari kemaren banyak pilm yang pengen gw review. Cuma waktu itu belom ada niat dan waktu buat nulisnya hehe. Kebetulan pas gw lagi niat nulis pas pilm ini baru gw tonton semalem, dan gw kasi empat jempol buat pilm bergenre komedi romantis buatan Thailand ini.

Secara singkat, film ini bercerita tentang pertemuan seorang cewe yang tergila-gila ama film korea dengan seorang cowo yang sangat bawel plus annoying. Dua orang Thailand ini bertemu saat keduanya sedang melakukan trip ke Korea melalui dua jalur yang berbeda. Satunya lewat jalur backpacker, sedangkan satunya lagi lewat jalur agen travel . Dan karena sesuatu kejadian tak terduga, memaksa mereka menghabiskan waktu trip mereka berdua di Korea tanpa saling menyebutkan nama satu dengan lainnya.

Tenang prens…gw ga akan cerita panjang lebar tentang isi film ini. Sayang kalo diceritain soalnya, mending tonton sendiri and nikmati kekocakan film ini dari awal sampai titik akhir film. Buat yang kangen akan film romance komedi yang bagus, kocak nan segar, kamu wajib nonton film yang satu ini. Dialog-dialognya kocak abis dan banyak moment-moment yang beneran bisa bikin ngakak. Kalo yang kangen sama film romance yaaa jangan berharap film ini bakal ngasi moment-moment romantis yang dalem banget dan bikin mewek sampe berderai-derai. Karena kata-kata romantis di film ini hampir tidak ada, kebanyakan titik-titik romance di film ini diakhiri dengan dialog kacau yang ujung-ujungnya bikin kita ngakak sehingga ga sempet bikin kita bosen dengan scene romance yang terlalu lama layaknya film-film romance pada umumnya Tapi jangan khawatir, walopun ga bikin mewek, dialog di titik romance film ini cukup bikin terharu disambung sedikit tawa kok

Kalo gw bilang, kekuatan film ini ada pada script dialognya yang cerdas, menyindir sekaligus sangat menampar para penggemar pilm-pilm korea kayak gw . Plus akting sang pemeran cewe ama cowonya yang pas banget memerankan tokoh utama pilm ini. Scene-scenenya juga mendukung banget. Buat penggemar pilm-pilm korea pasti familiar dengan beberapa scene dalam pilm ini, karena kebetulan yang diambil adalah scene-scene serial korea yang booming di negara kita ini hehehe.

Gw cukup amaze pas tau kalo pilm ini justru disutradarai oleh pembuat film-film horor yang sukses di Thailand, Banjong Pisanthanakun. Sutradara Thailand yang sebelomnya menjadi co-director untuk pilm Shutter. Yap..pilm super horor thailand yang katanya (gw belom liat soalnya ) sukses dan bagus banget, sampe dibikin remake mawutnya sama amrik . Dan sempet juga bikin pilm-pilm horor Thailand lain seperti Alone dan Phobia. Jadinya ya..sempet ada scene mirip pilm horor juga sih di pilm ini, tapi wong judulnya juga pilm komedi yaaa…u know lah gimana ending horornya

FYI, ending filmnya buat gw…PERFECT!

Dan gw harap sih ga perlu ada sekuel ama remakenya.
Just stop it right there

Ahhh….jadi pengen ke korea jugaaaa hahahha. Ops…gini dah efeknya klo perempuan (kaya gw) abis nonton pilm romance bagus. Langsung mupeng xixixixixi…

Selamat menonton temans…enjoy the movie ^_^

Inception: Your Mind is The Scene of The Crime

You’re waiting for a train; a train that will take you far away. You know where you hope this train will take you, but you can’t be sure. Yet it doesn’t matter – because we’ll be together.

Udah nonton film ini?? Pasti banyak yang udah yah..
gw kebetulan baru sempet nonton weekend kemaren, dan berhubung udah telat banget nontonnya, gw ga akan review lengkap tentang film ini, udah basii kaliiii

Sebelom gw nonton, banyak temen gw yang bilang kalo film ini berat, pake mikir, butuh konsentrasi abis. Jadilah gw kaga nonton sampe gw bener-bener kaga ada kerjaan di weekend, biar puas nontonnya  Sayang kan kalo udah keluar duit terus bingung n’ ga menikmati isi pilmnya, wohohoho ga mau dah gw dirugikan gitu *halah* 😛

Disini gw cuma mo bahas point-point menarik dari film yang menurut gw penuh imajinasi jenius dan orisinil karya Christoper Nolan ini. Idenya sebenarnya sederhana, mimpi dalam mimpi dalam mimpi  Sebagian dari kita pasti pernah merasakan hal tersebut bukan? Gw sih pernah, sering malah. Terutama kalo gw tidur dalam keadaan gugup karena gw harus bangun pagi untuk acara penting. Dalam tidur, gw bisa mimpi bangun kesiangan berkali-kali, sampe akhirnya gw bener-bener bangun dan menemukan bahwa langit di luar masih gelap dan jam masih menunjukkan waktu dini hari (_ _ !)

Dalam film ini Nolan benar-benar menumpahkan segala fenomena yang biasa terjadi dalam mimpi kita sehari-hari dan gw benar-benar amaze ngeliatnya. Salah satunya saat di layer mimpi kedua dimana terjadi hilangnya gravitasi di lantai hotel. Awalnya gw agak bingung kenapa tiba-tiba gravitasi hilang saat itu, sampai akhirnya gw ngeh… Hal itu disebabkan di layer mimpi pertama, semua anggota tim berada dalam satu mobil van yang sedang terjun perlahan dari jembatan ke sungai. Dalam kehidupan nyata sehari-hari, isi mimpi kita biasa dipengaruhi hal-hal yang terjadi di sekitar kita saat kita tidur. Misalnya kita tidur dalam ruang AC dan di tengah malam AC mati, kita dapat bermimpi sedang berada di gurun atau di bawah terik matahari yang menyebabkan kita merasa kepanasan. Atau saat kita jatuh dari tempat tidur, kadang kita bermimpi jatuh ke jurang atau jatuh dari tangga. Iya gak??Iya kannn *maksa

Ada juga scene di layer mimpi kedua dimana Arthur (Joseph Gordon-Levitt) menyalakan music dan memasang headset di telinga salah satu teamnya (gw lupa siapa) sehingga music menggema di layer mimpi ketiga, menandakan teamnya harus segera menuntaskan tugas karena dirinya harus segera mengembalikan teman-temannya ke layer pertama tepat sebelum van jatuh ke sungai.

Satu lagi fenomena mimpi yang sedikit ditonjolkan di film ini yaitu tentang kekuatan kenangan. Dimana kenangan Dom Cobbs (Leonardo Di Caprio) akan Mal (Marion Cotillard) istrinya dan anak-anaknya membuatnya kerap memunculkan sosok istri dan anaknya di setiap layer mimpi. Sama seperti saat kita memiliki kenangan emosional yang dalam akan seseorang, biasanya sosok tersebut akan sering muncul dalam mimpi kita. Iya kan??Iya deh ya *maksa lagi

Di ending film, Nolan menyuguhkan scene yang menimbulkan perdebatan tersendiri mengenai endingnya. Totem kecil yang dipegang Dom dibiarkan berputar di atas meja sampai credit muncul. Hal ini jelas membuat kita bertanya-tanya apakah di akhir film Dom masih bermimpi atau tidak?Karena di awal film dinyatakan bahwa sang pemimpi bisa dinyatakan tidak sedang bermimpi apabila totem miliknya berhenti bergerak/jatuh. Kata temen gw sih, di akhir credit terdengar suara benda jatuh, jadi dia yakin kalo Dom sudah terbangun di akhir film. Iya gitu??Gw sih ga nungguin sampe akhir film, keburu laper


I have my own opinion… Kalo gw bilang, ending itu adalah realita, Dom sudah pulang ke dunia nyata. Totem kecil yang dipegang Dom dulunya bukan miliknya, tapi milik Mal, so harusnya sih bukan masalah, since Malnya juga udah meninggal kan. Totem Dom bisa jadi adalah wajah anak-anaknya sendiri dimana dari awal dia selalu melihat sosok anak-anaknya dari belakang dengan baju dan gerakan yang hampir sama. Sedangkan di akhir film, Dom akhirnya dapat melihat wajah anak-anaknya dan meninggalkan kita dengan Mal’s totem yang terus berputar. Plus belakangan sang costume designer juga menyatakan kalau baju yang digunakan anak-anak Dom di akhir film berbeda dengan baju yang mereka kenakan sepanjang film  Kalau memang benar gini berarti bisa jadi sejak awal film Dom memang selalu bermimpi yah?huehehehe..

Ga ngerti dah kenapa tu orang musti cerita soal rahasia kostumnya. Kasi petunjuk tentang ending film??ato biar kite penasaran dan nonton lagi filmnya Cuma buat melototin baju anak-anak itu?Ah who cares yah..yang penting gw udah nonton, dan sekali rasanya udah cukup

Anyway..entah berhubungan ato engga, tapi dalam mitologi yunani ada juga tokoh yang namanya Ariadne, sama dengan nama tokoh desainer mimpi yang diperankan Ellen Page di film ini. Dalam mitologi yunani, Ariadne adalah putri dari Raja Minos yang membantu Theseus (Sepupunya Hercules, Putra Raja Aegeus dari Athena) keluar dari labirinnya Minotaur dengan menggunakan gulungan benang. Menarik juga tuh cerita versi panjangnya 🙂

Movie Review: The Invention of Lying

In a world when everyone can only tell the truth…
He’s just invented THE LIE !

CAUTION: semi spoiler nih ^_^

Baru sempet nonton ni pilm gara-gara ada long weekend and gw ga punya rencana 😛 gw tertarik ama quote di cover DVD yang bertuliskan ’In A World Where Everyone Can Only TELL THE TRUTH’. Can u imagine that?? Gimana caranya ituh kalo hidup di dunia begono, tukang bo’ong kaya gw bener-bener bisa makmur sekaligus sengsara banget dah kayaknya hahaha…

Film ini bercerita tentang sebuah dunia yang kurang lebih sama seperti dunia kita sekarang ini. Bedanya semua orang disini selalu ngomong jujur, apa adanya, dan segala omongan yang keluar selalu dianggap mutlak omongan jujur, sehingga mereka selalu saling percaya satu sama lain, ga ada curiga-curigaan.

Ceritanya sendiri berpusat pada seorang lelaki bernama Mark Bellison (Ricky Gervais, British Comedian), seorang penulis scenario perusahaan film yang kurang sukses dalam karir dan urusan percintaan. Mark bertemu dengan wanita cantik bernama Anna McDoogles (Jeniffer Garner) dan mengajaknya kencan. Walopun Anna menyetujui ajakan untuk berkencan, namun Anna tidak tertarik sama sekali dengan Mark, dan secara jujur mengatakan bahwa ia tidak ingin berkencan lagi dengan Mark. Hingga suatu hari Mark mendapat kemalangan yang beruntun, ia dipecat dari pekerjaannya karena dianggap tidak bisa menghasilkan naskah yang menarik dan diusir dari apartemen karena berkata jujur kepada pengelola apartemen bahwa dia tidak memiliki uang untuk membayar apartemennya.

Mark mencoba untuk menarik semua uangnya di Bank untuk membayar sewa apartement, namun saat itu terjadi mati listrik di Bank sehingga data nasabah tidak dapat diakses. Sang teller menanyakan total uang Mark yang akan ditarik semuanya. Nah…disinilah kebohongan dimulai. Yeapp…kebohongan pertama di dunia kejujuran ini, yang disebabkan karena KEPEPET!! Saat itulah Mark merasa menemukan sebuah keajaiban, sebuah kekuatan yang sulit ia jelaskan dengan kata-kata, karena kata ‘bohong’ sendiri belom ada dalam kamus mereka.

Dialog-dialognya asli kocak, karena semua yang mereka omongin ga pake basa basi, kalo memang jelek ya ngomong jelek. Semua dialog di dalam film ini lebih banyak ke sarkastic, sadis, jahat, blak-blakan sesuai dengan apa yang ada di otak saat itu juga, tapi disitulah letak kocaknya. Contohnya waktu Anna menerima telepon dari ibunya saat ia sedang berkencan dengan Mark. Dengan santainya, di depan Mark ia mengatakan pada ibunya “No, he’s not very attractive…doesn’t make much money, yeah he seems nice..kinda funny, a bit fat…No I won’t be sleeping with him tonight…no, probably not even a kiss”. Jujur abiiisss hahaha….

Ada lagi scene saat seorang pencuri yang kepergok tuan rumah yang kemudian bertanya apa yang sedang dilakukan pencuri tersebut, yang kemudian dengan jujurnya dijawab oleh sang pencuri

“i’m trying to rob your house” (>.<)

Dan karena tidak ada kebohongan, acara filmnya pun tidak ada film fiksi, bahkan iklan Coca Cola pun berbunyi

“Im here to ask you to continue buying coke, not because coke is good, because it’s just sugar and water…it’s very famous and everyone knows it…and im asking you to not stop buying coke”

Kocak kan hahaha…yeah mungkin lebih kocak kalo temen-temen liat sendiri. Makna ceritanya sebenernya dalem, ngebuat kita melihat sisi lain dari sebuah kejujuran dan kebohongan, sayangnya di akhir cerita plotnya semakin klise, semakin mudah ketebak. But anyway…this is a fresh, unique, and very honest movie. Mungkin ga bakal ngakak banget, tapi humornya cukup cerdas dan bisa bikin tertawa sendiri karena beberapa dialog jujur di film ini bisa jadi ada di dalem otak kita sehari-hari, tapi kadang susah untuk kita keluarkan secara blak-blakan…in our real world ^_^

Enjoy…