Review Fivestones Hostel Singapore


Gw dan suami menginap di hotel ini jauh sebelum anak kami lahir. Tepatnya waktu gw hamil satu bulan (dan waktu itu gw belom ngeh kalo udah hamidun). Udah rada basi sih reviewnya. Ya lumayan lah ya, buat jadi referensi yang lagi cari-cari hostel buat backpack. Kalo ternyata kondisinya udah jauh beda, let me know 

Hostel ini gw pesan melalui hostelworld. Nama Fivestones ini diambil dari permainan khas anak-anak Singapura. Waktu itu mutusin milih hotel ini karena foto kamarnya colourful, trus bersih, trus harganya masi masuk budget (sorry, gw lupa waktu itu dapet harga berapa hehe). Plus bacain review dari beberapa pengunjung, kok kayanya lokasinya strategis. Jadilah kami memilih hostel ini untuk short visit kami di Singapura.

Fivestones tampak depan (waktu masih di South Bridge Rd)

Fivestones tampak depan (waktu masih di South Bridge Rd)

Waktu itu kami berangkat dari Jakarta pagi-pagi, jadi sampai di Fivestones kami belum bisa check in, tapi kami bisa titip tas bawaan kami sampai waktunya check in nanti. Sambil menunggu waktu check in tiba, kami berdua jalan-jalan mencari tempat makan. Lokasi hostel ini waktu itu memang cukup strategis untuk turis yang doyan jalan kaki dan naik bus. Karena persis di teras hostelnya adalah halte bus yang bisa langsung ke vivocity. Gausah pake transit dan pindah jurusan. Ngesot kesonoan dikit udah sampe Clarke Quay. Mo ke chinatown, Hong Lim Park, Orchard, udah deket banget. Waktu itu lokasi hotel masih di South Bridge Rd. Sekarang gw liat di webnya alamatnya udah pindah ke 285 Beach Road, which is lumayan jauh dari lokasi hostel sebelumnya. Tapi kalo liat fasilitas dan bentuk kamarnya, mereka masih pakai konsep yang sama.

Kamar kami (sorry rada blur)

Kamar kami (sorry rada blur)

atas: kasur gw, bawah: kasur suami

atas: kasur gw, bawah: kasur suami

Kamar di Fivestones dilengkapi bunk bed dan jumlahnya variatif. Ada yang isi delapan kasur, enam kasur sampai empat belas kasur. Ada juga type Family room yang cocok buat pengunjung yang ogah berbagi kamar bareng orang asing. Ada juga kamar khusus wanita. Kasurnya empuk, nyaman dan bersih. Tiap kasur dikasi bantal khas Fivestones. Tiap kasur juga punya loker sendiri-sendiri yang terletak di samping kasur masing-masing. Jadi walopun kamarnya share sama pengunjung lain, barang-barang tetap aman karena tiap loker bisa dikunci. Di masing-masing kasur disediakan lampu baca dan colokan listrik. Jadi ga perlu rebutan colokan buat charging ini itu. Waktu itu kami memilih kamar yang berisi empat bunk bed (delapan orang).

Meja makan

Meja makan

Ruang tivi. DVD Friendsnya kumpliiittt

Ruang tivi. DVD Friendsnya kumpliiittt

Ruang bebas (makan, internet, tivi)

Public Area (makan, internet, tivi)

Ruang makan di Fivestones digabung dengan ruang tivi dan tempat internet. Setiap pengunjung bebas memakai tivi dan internet, gratissss. Tapi PCnya waktu itu Cuma ada dua, lengkap dengan headset dan webcamnya masing-masing. Jadi kalo penuh ya kudu gantian. Ruang tivinya dilengkapi koleksi DVD yang cukup banyak dan sofa besar yang nyaman banget. Dan yang paling oke, koleksi DVD Friendsnya kumplitttt, all seasons!!! Aaaakk…kalo aja ga ada plan kemana-mana, gw pasti nonton Friends marathon disana 

Pantry yang bersih

Pantry yang bersih

Kelengkapan pantry

Kelengkapan pantry

Ruang makannya kecil, tapi kumplit alatnya. Ada toaster, microwave, termos pemanas air, dan kulkas softdrink. Hostelnya menyediakan roti tawar, selai, keju, corn flakes, chocolate crunch, kopi, teh dan susu. Standar lah ya untuk ukuran budget hostel. Kalo mo menu yang agak mewah ya bawa aja sendiri, trus tinggal diangetin pake microwave 

WC dan kamar mandi di Fivestones ada di luar kamar dan dipakai bersama-sama. Cukup bersih, sabun dan sampo kecil juga disediakan disana, in case kita ga bawa. Plus ada hairdryernya juga. Cumaaa…seperti hostel dengan kamar mandi umum lainnya, kalo lo bangun kesiangan, kamar mandinya dijamin udah sisa pengunjung lain. And you know lah, tiap orang punya level kebersihan yang berbeda. Kalo gw, prefer bangun pagi dan mandi duluan, pas kamar mandi baru dibersihkan 

Overall, menginap di hostel ini cukup menyenangkan. Apalagi waktu itu masih berdua suami. Masi penganten baru. Apa-apa masih belom komplen hahahah. Staff di Fivestones orangnya santai dan ramah. Perlu diingat, kalau memilih hostel yang sharing room, kudu prepare mental. Kalo kira-kira kaga bisa tidur sekamar sama orang asing ya jangan pilih yang sharing room  Pengalaman gw, waktu itu, salah satu pengunjung wanita dari Korea ga bisa tidur kalo lampunya nyala. Untungnya yang nginep di kamar itu semuanya fine fine aja tidur dalam gelap. Ada lagi satu pengunjung pria India yang kebetulan kasurnya sebelahan sama suami gw di bawah (gw di kasur atas), pulangnya malem banget dan langsung tidur ngorok sampe pagi. Beruntung gw dan suami dikaruniai sleeping skill yang ga pake ribet. Kalo udah ngantuk ya tinggal merem. Mo terang mo gelap, mo berisik mo sepi hayuk ajahh

PS: kondisi dan lokasi hotel kemungkinan besar sudah berbeda dari yang gw tulis. jadi yang mau book hostelnya better ceki ceki dulu kesini: http://www.fivestoneshostel.com/

Oia..kalo mau ikutan nampang di public area Fivestones, jangan lupa minta dipoto pas check out. Gratiss 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s