Honeymoon Backpack to South Korea (1)


Kesampean juga posting catper backpack ini. Setelah nyimpen draftnya selama dua taon  Lumayan buat catetan di masa tua nanti, saat gw udah mule lupa lupa inget, gw bisa baca baca lagi cerita perjalanan gw di masa muda 

Langsung aja lah ya..

Gw dan suami berkesempatan mengunjungi Korea Selatan saat honeymoon kami November 2011 lalu. Sehari selepas acara nikahan, kami berangkat ke Seoul dari Jogja. Spiritnya sih pengen backpack, makanya bawaannya kaga banyak banyak amat dan ga pesen bagasi (berangkatnya ya ). Waktu itu pesawat yang kita pakai ga ada direct flight ke Seoul, jadi sempet transit dulu di KL selama sekitar dua jam.

Day 1, 14 November 2011, 09.45 PM (Seoul)

Setelah sekitar 6 jam perjalanan udara, kami sampai di bandara Incheon. Waktu itu sedang musim gugur di Seoul, dan suhunya berkisar 11 derajat. Rada salah kostum sih, soalnya kami cuma pakai baju seadanya buat anget-anget di pesawat. Soalnya waktu berangkat dari Yogya, suhunya sedang hangat disana, jadi kita berdua cuma pakai jaket, tanpa kaos kaki atau baju penghangat ataupun sarung tangan. Hasilnya?keluar bandara langsung menggigil sambil antri bis bandara . Oiya, sebelum keluar bandara kami sempatkan untuk membeli T-Money (ini card kepake banget buat alat bayar transportasi dan beli di minimarket) dan mengambil peta seoul. Petanya guedhe bangett, lengkap pula. Mulai dari jalan-jalan di Seoul, rute subway sampai tour-tour yang disediakan di Seoul. Jadi dijamin berguna banget buat traveller non-tour macam kita gini 

Selama di Seoul, kami menginap di Bangrang Hostel yang letaknya dekat dengan Cheoungjongno St. Gw pilih disitu karena deket banget sama subway dan gampang dicapai airport limousine bus. Jadi mau kemana-mana gampang.

Map Bus Stop di Incheon

Map Bus Stop di Incheon

Airport bus di Bandara Incheon ada bermacam jenis, jadi kalau berencana menggunakan transportasi ini, pastikan cek dulu rute dan tempat menunggunya disini ya. Malam itu, kami naik bus nomor 6015 jurusan  Myeong-Dong, harga tiketnya KRW 10.000 (sekitar Rp 80.000,-), tempat pemberhentian bus ini di airport ada di lantai 1 area 5B dan 12A. Tiket Airport Bus ini bisa dibeli di dekat pintu keluar. Petunjuknya jelas kok, ada petunjuk arah versi English juga, jadi jangan takut bingung 

Sampai di Cheongjongno St, kami turun dari bus dan langsung masuk ke dalam area stasiun untuk menyeberang ke sisi jalan lainnya, karena hostel tempat kami menginap terletak di seberang pemberhentian airport bus. Waktu itu sudah tengah malam, dan suhunya lumayan bikin menggigil, jadi kami buru-buru check in dan menaruh barang bawaan di kamar. Setelah itu, kami sempatkan keluar untuk cari ransum di minimarket terdekat.

Untungnya yaaa…biar udah tengah malem, tapi masih ada beberapa minimarket yang buka. Berhubung si mas yang jaga toko (sepertinya) kurang bisa ngomong english, jadi lah kita silent shopping, ambil barang >> tunjukin ke kasir >> bayar hahaha.

Day 2, 15 November 2011

Namsan Seoul Tower

Pagi pertama di Seoul, kami mengunjungi Namsan Seoul Tower. Salah satu icon kota Seoul yang biasa jadi incaran turis, terutama yang demen drama korea macam gw  N Seoul Tower ini bisa dicapai dengan menggunakan cable car dari Myeongdong St atau naik shuttle bus dari Chungmuro St. Kami memilih menggunakan shuttle bus, sekalian jalan-jalan santai liat kota Seoul dan menikmati subway. Dari Cheungjongno St (stasiun terdekat hostel) kami harus transit dulu di Euljio sam ga St untuk pindah ke Yellow Line, Chungmuro St berada tepat setelah Euljio St. Keluar stasiun melalui exit 2, perhentian Bus N Seoul Tower terletak di dekat exit tersebut. Busnya tersedia sepanjang hari dengan tarif KRW 500 (dulu ya ). Bus ini membawa kami sampai ke area parkir N Seoul Tower. Sebagai info, subway station di Seoul ini rata-rata luas sekali, jadi kalau berencana menggunakan subway sebagai transportasi untuk keliling Seoul, pastikan fisik lo cukup kuat untuk naik turun tangga plus jalan jauh di sepanjang lorong. Karena untuk menjangkau subway yang terdapat di bawah tanah ini, jarang terdapat escalator, mostly tangga. Jadi ngerti kan sekarang, kenapa orang Korea singset semua hihihi. Sampai di N Seoul Tower, berhubung baru sarapan sedikit dan udah cape naek turun tangga stasiun, kami membeli odeng, jajanan khas Korea. Isinya semacam soup baso ikan. Lumayan lah buat isi-isi perut.

atas: tangga & lorong menuju MRT, bawah: halte & bus menujun Namsan Tower

gbr diambil dr food.detik.com (gw lupa moto soalnya :p)

gbr diambil dr food.detik.com (gw lupa moto soalnya :p)

Setelah itu kami jalan ke puncak N Seoul Tower. Kebetulan saat itu sedang ada fesival di N Seoul Tower, jadi banyak sekali pengunjung yang datang kesana dan banyak tontonan pula di sekitar area tower. Di puncak tower ini, terdapat ribuan gembok cinta yang memenuhi pagar tower. Kebanyakan gembok ini dipasang oleh pasangan yang sedang jatuh cinta. Mereka menuliskan namanya di gembok dan membuang kuncinya jauh-jauh, supaya gemboknya tetep awet jadi kenang-kenangan disana. Gw dan suami? Cukup berfoto sajah 

Di N Seoul Tower ini juga terdapat Teddy Bear Museum, Restaurant dan beberapa Observatory yang bisa dinikmati pengunjung, pake bayar tapi ya. Berhubung kami mengusung spirit backpack, jadi kami tidak masuk ke dalam tower. Kami hanya berkeliling taman di tower, berfoto dan menikmati acara yang sedang diadakan di sekitar tower.

atas: parade gembok cinta, kiri bawah: pelataran Namsan Tower, kanan bawah: tiket cable car Namsan Tower

atas: parade gembok cinta, kiri bawah: pelataran Namsan Tower, kanan bawah: tiket cable car Namsan Tower

Puas keliling tower, kami turun ke parkiran tower menggunakan cable car. Kami membeli one way ticket seharga KRW 6.000 (Rp 48.000,-). Sampai di parkiran, kami kembali ke kota menggunakan shuttle bus.

Myeongdong, Seoul Night City Tour & Cheonggyecheon Stream

Turun di Myeongdong, kami berjalan-jalan di sekitar area Myeongdong, menikmati bermacam jajanan Korea. Pilih-pilih yang sekiranya halal pastinya ya  Kebanyakan sih meragukan, jadi kami  hanya beli beberapa makanan, berfoto, dan sesekali masuk ke toko-toko yang ada di area itu untuk hunting souvenir khas Korea.

macam-macam korean street food

macam-macam korean street food

Malamnya setelah keliling Myeongdong, kami ikut Seoul Night City Tour yang berangkat dari Gwanghamun St Exit #6. Tour ini menggunakan bus yang beroperasi seharian dan mengunjungi spot-spot wisata di Seoul, namun khusus untuk yg Night Tour rute yang dilewati lebih pendek.

Masing-masing kursi bus ini dilengkapi audio guide dengan bermacam bahasa, jadi setiap melewati spot wisata, kita bisa mendengarkan penjelasan mengenai spot tersebut. Di Night Tour ini, mayoritas spot wisatanya jembatan doank sih  ada Seogang Bridge, Seongsu Bridge, Hannam Bridge, de es te. Rada boring memang, tapi kalau ada yang memang ga punya banyak waktu untuk keliling kota Seoul yaaa tour ini lumayan lah buat liat-liat Seoul dalam waktu singkat 

Seoul & N Seoul Tower di malam hari

Seoul & N Seoul Tower di malam hari

Tour ini berakhir di Cheonggye Square yang terletak persis di sebelah Cheonggyecheon Stream. Awalnya kami berencana cari makan malam terus langsung pulang. Ternyataaaaa di Cheonggyecheon Streamnya sedang berlangsung Korean Lantern Festival 2011!! Waaaa senangnyaaaa….gw dan suami langsung menggila di tepi sungai ituh  FYI, Korean Lantern Festival ini diadakan setiap tahun, dan biasanya diadakan di awal November selama dua minggu. Beruntung banget pas kesana pas ada festival ini 

Korean Lantern Festival di Cheoggyecheon Stream

Korean Lantern Festival di Cheoggyecheon Stream

lampion yang ditulis dan dihanyutkan

lampion yang ditulis dan dihanyutkan

Di festival ini, dipajang lampion dengan berbagai bentuk yang keren keren bangeett, banyak pulak. Pengunjung juga bisa membeli lampion untuk ditulisi dan dihanyutkan ke sungai bersama ratusan lampion lainnya.

Day 3, 16 November 2011

Busan

Hari ini kami berencana mengunjungi Busan dengan memanfaatkan free Shuttle Bus yang disediakan pemerintah Korsel khusus untuk turis yang berkunjung ke Korsel sepanjang tahun 2010 sampai 2012. Untuk bisa menikmati fasilitas ini, diperlukan booking jauh sebelum hari keberangkatan, karena cukup banyak peminatnya dan terbatas pula seat busnya.

Bus ini berangkat jam 8 pagi dari depan Dong Hwa Duty Free Shop di Gwanghamun. Kami hampir tertinggal bus gara-gara kesiangan. Bangun tidurnya jam setengah delapan dooong  Cuma punya waktu setengah jam buat sampai ke boarding point. Langsung lah kami ambil barang seperlunya, cuci-cuci yang perlu dicuci, terus langsung keluar hostel. Kami tidak check out hari itu, rugi sih ga kepake semalem, tapi gapapa lah, semalam doank inih *tabur duit*

Ini tips buat yang mau backpack dengan jadwal kunjungan yang ketat dan udah keburu beli tiket kunjungan kesana kesini, PILIH HOSTEL DEKAT STASIUN. Beruntung hostel kami dekat banget ama stasiun, jadi keluar hostel langsung masuk stasiun, lari ngebut menyalip orang-orang berangkat kantor dan langsung naek subway ke Gwanghamun. Sampai disana, bus belum berangkat. Kami masih punya sekitar lima menit sebelum jam 8. Fiuhhh…  langsung kami datangi tour leader untuk menunjukkan paspor dan mengumpulkan ticket yang sudah diprint, setelah itu kami menyempatkan sarapan di McD dekat situ.

Perjalanan Seoul-Busan ditempuh sekitar enam jam dengan dua kali pemberhentian untuk sekedar ke toilet dan membeli makan minum. Kami sampai di Busan sekitar jam dua siang. Bus berhenti di dua tempat untuk menurunkan penumpang, yaitu di Paradise Hotel (dekat Haeundae Beach) dan Busan Lotte Hotel (dekat Gwanganri Beach). Kami memilih untuk turun di Paradise Hotel karena Guest House yang kami book di Busan terletak tidak jauh dari hotel tersebut. Dari Paradise Hotel, kami berjalan kaki menyusuri jalanan sekitar Haeundae Beach untuk mencari penginapan kami, WOW Guest House.

atas: warung makan dekat guesthouse, bawah: bareng Genie, yang punya guesthouse

atas: warung makan dekat guesthouse, bawah: bareng Genie, yang punya guesthouse

Sampai di hostel, kami langsung menaruh tas dan keluar mencari sesuap nasi. Pemilik guesthouse, Genie Kim, memberi kami petunjuk lokasi tempat makan yang harus dicoba di sekitar guesthouse. Rada ragu sih, karena sekitar guesthouse tempat-tempat makannya ada patung babi semua hahaha. Akhirnya kami masuk ke salah satu warung yang menjual sup seafood. Lumayan, buat isi-isi perut setelah longtrip  setelah makan kami kembali ke guesthouse. Rencananya sih sorenya kami mau liat sunset di Haeundae Beach, tapi ternyata kami terlalu tepaarrr…dan akhirnya baru terbangun setelah maghrib, udah keburu gelap huhuhuuu.

Haeundae Market & Shinsegae Centum City

Malamnya kami berjalan menyusuri Haeundae Market, semacam pasar ikan yang menjual berbagai jenis ikan segar dan beberapa hewan laut lainnya. Sebagian besar toko sudah tutup karena memang sudah malam. Kami berjalan menuju Haeundae Station, karena gw pengen mengunjungi Shinsegae Centrum City yang merupakan komplek perbelanjaan terbesar di dunia. Kami naik subway sampai Centum City St yang terhubung dengan pusat perbelanjaan tersebut. Sayangnya waktu itu tempatnya udah tutup, jadi kami Cuma berfoto sebentar dan berjalan kaki di sekitar Shinsegae. Sayangnya gw kurang aware dengan jadwal subway di Busan. Ternyata, subway tujuan Haeundae hanya beroperasi sampai jam sebelas malam.  Jadilah gw dan suami nyari-nyari bus buat balik ke guesthouse. Rada pusing liat rute bus di halte, karena di Busan sebagian besar petunjuk jalannya bertuliskan Hangul, jarang ada tulisan latinnya. Gw ambil bus yang kira-kira bakal turun di area Haeundae Beach. Seingat gw ada halte bus di dekat guesthouse. Yaaa…harusnya kalo udah keliatan pantai berarti udah deket lah ya, ntar gampang tinggal tanya penumpang bus lainnya.

salah satu toko di Haeundae Market

salah satu toko di Haeundae Market

Sialnya, petunjuk di dalam bus pun semuanya bertuliskan Hangul. Jadilah kami berbingung ria di dalam bus. Nanya penumpang, semuanya ga ada yang bisa bahasa Inggris, sampai akhirnya kami jadi penumpang terakhir yang turun dari bis. Kami turun di depan terminal antah berantah hahaha. Dari sana, kami mencoba menyetop taxi yang sliweran di dekat terminal. Dapet satu taxi, tapi drivernya ga membolehkan kami naik karena kami berbahasa asing, hiks. Padahal gw udah nunjukkin kartu nama guesthouse yang ada peta menuju guesthouse. Tetap aja disuru turun dari taxi  Untungnya taxi kedua bersedia mengangkut kami setelah kami tunjukkan kartu nama guesthouse. Kalo ni taxi masi ga mo ngangkut juga, ga kebayang kita jalan kaki di tengah hawa dingin musim gugur brrrr..

Anyway..sampe sini dulu ya part 1nyah, next partnya gw rilis besok2. Ini aja udah kepanjangan kayanya 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s